21 Juni 2010

Grup F Piala Dunia 2010: Lagi, Italia Seri


Selandia Baru tampil fantastis sehingga bisa menahan imbang Italia 1-1 pada laga kedua penyisihan Grup F Piala Dunia 2010 di Stadion Mbombela, Nelspruit, Minggu (20/6/10). Bahkan, "All Whita" nyaris mempermalukan lawannya ini, jika saja tidak terjadi penalti.

Selandia Baru membuat kejutan di awal laga dengan menjebol gawang Italia pada menit keenam. Striker Shane Smeltz memanfaatkan kesalahan Fabio Cannavaro, ketika berusaha menghalau bola umpan tendangan bebas. Dia mencocor bola liar di mulut gawang, sebelum kiper Federico Marchetti bereaksi.

Namun pada menit ke-28, Italia mampu menyamakan kedudukan. "Hadiah" penalti yang membuat "Gli Azzurri" terhindar dari kekalahan menyusul pelanggaran Tommy Smith terhadap Daniele De Rossi. Vincenzo Iaquinta yang menjadi eksekutor, mampu menjalankan tugasnya dengan baik untuk mencetak gol penyama.

Dengan hasil ini, Italia tetap dalam kondisi kritis. Pada laga pamungkas penyisihan grup melawan Slovakia, 24 Juni mendatang, "La Nazionale" harus menang sehingga bisa meraih tiket menuju babak 16 besar. Peluang yang sama juga dimiliki Selandia Baru, yang pada laga perdana bermain imbang 1-1 lawan Slovakia.

Dari grup ini, Paraguay yang memiliki kans paling besar menuju perdelapan final, setelah mereka menang 2-0 atas Slovakia. Sedangkan Italia dan Selandia Baru yang sama-sama menghuni peringkat dua, serta Slovakia, juga tetap punya harapan yang sama, sehingga laga pamungkas menjadi sangat krusial.

Italia, yang pada laga perdana penyisihan grup hanya bermain imbang 1-1 lawan Paraguay, bermain lebih agresif sejak wasit membunyikan peluit kick-off. Akan tetapi, Selandia Baru yang justru lebih dulu mencuri gol, ketika pertandingan baru berlangsung enam menit.

Pelanggaran Gianluca Zambrotta kepada Rory Fallon di sektor kanan pertahanan menjadi awal petaka "Gli Azzurri". Dari sinilah Selandia Baru melakukan sebuah set piece yang berujung gol. Smeltz, yang melakukan aksi coming from behind, luput dari perhatian barisan pertahanan Italia, sehingga dia berhasil memanfaatkan bola liar di mulut gawang, yang sempat menyentuh paha Fabio Cannavaro. Smeltz dengan mudah mencocor bola, sebelum penjaga gawang Federico Marchetti bereaksi.

Gol cepat ini membuat para pemain Italia tersentak. Serangan pun dilancarkan dengan gencar, untuk mengejar defisit satu gol tadi. Pada menit ke-16, "Gli Azzurri" memiliki sebuah peluang melalui Giorgio Chiellini. Tetapi penyelesaian yang buruk dari bek Juventus tersebut, yang berdiri di dalam kotak penalti, membuat bola jauh dari sasaran.

Pada menit ke-26, giliran Ricardo Montolivo yang menghadirkan ancaman. Ketika sedang menggiring bola, Montolivo langsung melepaskan tendangan keras sebelum memasuki kotak penalti. Selandia Baru beruntung, karena bola mengenai tiang gawang dan memantul ke luar. Padahal, kiper Mark Paston hanya bengong saat Montolivo melepaskan tendangan datar itu.

Namun hanya berselang dua menit dari peluang Montolivo tersebut, Italia mendapatkan sebuah "hadiah" yang sangat indah. Smith melakukan pelanggaran terhadap De Rossi di dalam kotak penalti, karena dia menarik baju gelandang AS Roma tersebut. Wasit pun memberikan hukuman tendangan penalti, yang dengan sermpurna dieksekusi Vincenzo Iaquinta. Skor menjadi 1-1.

Di awal babak kedua, pelatih Marcello Lippi memasukkan dua pemain baru, yaitu Antonio Di Natale dan Mauro Camoranesi. Kehadiran dua pemain menyerang ini semakin meningkatkan agresivitas "La Nazionale". Pada menit ke-48, Di Natele melakukan sebuah tembakan keras sambil membelakangi gawang. Tetapi bisa dihalau kiper Mark Paston, yang berdiri tepat dengan arah bola yang meluncur deras itu.

Serangan demi serangan dilancarkan sang juara bertahan. Menit ke-70, Montolivo yang melakukan solo run, kembali melakukan ujicoba tendangan keras dari luar kotak penalti. Kali ini, Paston harus terbang untuk melakukan penyelamatan fantastis menggunakan tangan kanannya, sehingga gawangnya tidak kebobolan.

Kendali permainan sepenuhnya berada di kubu Italia. Praktis, mereka hanya menggunakan setengah lapangan dalam sisa pertandingan ini, untuk mengurung pertahanan Selandia Baru. Berbagai upaya dilakukan Iaquinta dan kawan-kawan, baik melalui umpan terobosan, umpan lambung dan tembakan dari jarak jauh. Tetapi, rapatnya pertahanan yang dibangun Selandia Baru, membuat Italia tak kunjung menambah gol.

Meskipun terus tertekan, Selandia Baru bukannya tanpa peluang. Pada menit ke-82, Chris Wood membuat jantung kubu Italia dan para pendukungnya berdebar-debar karena dia berhasil melewati Fabio Cannavaro, dalam sebuah kesempatan serangan balik. Beruntung, tendangan striker pengganti ini sedikit melebar di sisi kiri gawang sehingga selamatlah gawang Italia dari kebobolan menjelang pertandingan usai.

Menjelang pertandingan usai, Camoranesi mengancam gawang Selandia Baru. Gelandang Juventus ini melepaskan tendangan keras dari luar kotak penalti. Tetapi, lagi-lagi Paston menunjukkan penampilan yang fantastis karena sambil terbang, dia berhasil menepis keluar bola yang diarahkan ke pojok kiri gawang. Inilah peluang terbaik Italia menjelang laga usai. Skor 1-1 bertahan sampai wasit membunyikan peluit panjang.

Pemain

Italia: 12-Federico Marchetti; 4-Giorgio Chiellini, 5-Fabio Cannavaro, 3-Domenico Criscito, 19-Gianluca Zambrotta; 22-Ricardo Montolivo, 6-Daniele De Rossi, 15-Claudio Marchisio (20-Giampaolo Pazzini 60'), 7-Simone Pepe (16-Mauro Camoranesi 45'); 11-Alberto Gilardino ((10-Antonio Di Natale 45'), 9-Vincenzo Iaquinta.

Selandia Baru: 1-Mark Paston; 6-Ryan Nelsen, 19-Tommy Smith, 4-Winston Reid; 5-Ivan Vicelich (21-Jeremy Christie 80'), 7-Simon Elliott, 3-Tony Lochhead, 11-Leo Bertos; 14-Rory Fallon (20-Chris Wood 62'), 9-Shane Smeltz, 10-Chris Killen. (kmp)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar