
PointBlank Quick Wallhack !!! Tembus Bypass 22 Juli
PT SUCOFINDO (Persero) yang didirikan pada tahun 1956 merupakan perusahaan inspeksi terbesar di Indonesia yang bergerak dalam bidang inspeksi & audit, pengujian & analisis, sertifikasi, konsultansi, dan pelatihan, memberikan kesempatan kepada putra putri Indonesia untuk bergabung menjadi pegawai yang akan ditempatkan di seluruh wilayah Indonesia.
Dalam rangka memperkuat daya saing menuju perusahaan nasional minyak dan gas kelas dunia, PT Pertamina (Persero) mencari porfesional handal, berpengalaman dan kompeten yang mampu mencerminkan tata nilai perusahaan untuk menjadi bagian dari tim yang mengakselerasi pencapaian visi Pertamina. Kembangkanlah ide, kreativitas dan inovasi anda sebagai solusi dalam rangka peningkatan kualitas operasional sampai dengan pengembangan bisnis. Temukan berbagai pekerjaan dan tugas yang menantang dan berbagai pilihan tempat bekerja. Anda akan bekerja sama dengan rekan kerja dari berbagai latar belakang pendidikan, profesi dan budaya. Temukan pengalaman berharga dan rasakan bagaimana semua hal tersebut dapat mengembangkan kemampuan dan kompetensi anda.
Aktivitas keilmuan,sebuah amalan utama
Tidak terasa sudah,saat ini kita sedang berada di Bulan Sya’ban,dimana sebentar lagi kita akan “kedatangan” tamu istimewa,yaitu Bulan Ramadhan. Kurang dari satu Bulan lagi,ramadhan itu lagi-lagi menyapa kita setiap tahunnya.Dan seorang muslim pasti merindukan Bulan Ramadhan,karena mengingat banyak kegiatan yang menyenangkan dan juga mengingat apa-apa yang Allah janjikan pada bulan Ramadhan.
oleh Mashadi
Orang-orang yang menjadikan materi dan kepentingan dunia sebagai ikatan (tali buhul), maka hanyalah akan menyebabkan kehinaan dan kehancuran. Sejarah sudah membuktikan secara imperik, fakta-fakta kehancuran bagi siapa saja, yang membuat ikatan berdasarkan materi dan kepentingan dunia. Terjadi sepanjang sejarah kehidupan umat manusia.
Sejarah memberikan gambaran yang jelas, bagi siapa saja yang menyadarkan ikatannya dengan materi dan kepentingan dunia, akhirnya hanya terjatuh ke jurang kehinaan, dan menjadi manusia yang tidak berharga dihadapan sejarah umat manusia, dan juga kelak di akhirat. Tidak bisa lari dari kondisi itu. Ikatan yang mereka bangun hanya semu (artifisial), bahkan al-Qur’an menggambarkan seperti ‘sarang labah-labah’ (al-ankabut).
Assalamu alaikum wR wB,
Ustadz, saya mohon penjelasan Ustadzbagaimana hukumnya seorang istri dengan tanpa busana berada dalam satu ruangan dengan saudara perempuannya, atauanak perempuannya atau kawan perempuannya, sedangkan saat itu dalam keadaan santai/biasa (bukan keadaan darurat), misalnya mandi bersama, ganti pakaian.
Terima kasih atas penjelasannya Ustadz.
Wassalamu alaikum wR wB.
[Al Islam 516] Meski tidak menjadi berita besar, isu referendum (jajak pendapat umum) di Papua akhir-akhir ini sebetulnya sangat penting untuk diwaspadai. Setelah konflik Aceh pasca MoU Helsinky, kini gejolak menyeruak kembali di Papua. Saat ini gejolak lebih besar dipicu oleh aksi-aksi politis yang dilakukan masyarakat sipil. Demontrasi besar, misalnya, terjadi pada tanggal 18 Juni, dilanjutkan aksi ribuan warga Papua pada tanggal 8 Juli 2010. Aksi pada awal bulan Juli ini dikoordinasikan oleh Forum Demokrasi Rakyat Papua Bersatu (FDRPB). Forum ini menghimpun elemen-elemen sipil terdiri dari; DAP, PDP, WPNA, Solidaritas Perempuan Papua, PGGP, Sinode GKI, GIDI, Kemah Injil, Baptis Papua, Pantekosta, KNPB, AMPPTPI, AMWP, Front Papera, Garda-P, Forum Independen Mahasiswa,Bem/Senat Mahasiswa Se-Jayapura, dan OKP-OKP se-kota/Kab. Jayapura-Sarmi-Kerom. Dengan semboyan “Satu Tanah, Satu Hati, Satu Bangsa dan Satu Tujuan”, mereka bergerak mendesak DPR Papua melaksanakan sidang paripurna guna menindaklanjuti aksi demo tanggal 18 Juni 2010 dalam rangka menyerahkan hasil musyawarah masyarakat Papua. Tuntutannya adalah mengembalikan Otsus (otonomi khusus) sekaligus menuntut referendum.
Tentu, ini merupakan tantangan besar bagi Pemerintah Indonesia. Pasalnya, jika Pemerintah tak cermat, Papua akan mengalami kontraksi politik yang bisa berujung pada disintegrasi (pemisahan diri), sebagaimana halnya Timor-Timur yang telah lepas dari pangkuan negeri ini.