18 Desember 2010

Kambing

Ayah adalah seorang pedagang kambing. Barang dagangannya berasal dari berbagai kota di Jawa Tengah, seperti Wonosobo, Purworejo, Purbalingga, Banjarnegara, Banyumas dan Ajibarang. Sebagian kambing langsung dibawa ke pasar, dan sisanya dipelihara di rumah sambil menunggu pembeli.

Ketika saya baru berusia 6 - 7 tahun, ayah saya sudah mulai mengajarkan prinsip-prinsip kehidupan. Suatu kali ayah mengajak saya ke kandang dan memberi makan kambing. Sambil memberi makan, ayah bercerita tentang pengelolaan keuangan.

Lihatlah kambing-kambing itu. Mereka hanya beraktifitas untuk kebutuhan mereka sendiri. Mereka tidak menyisakan atau menyimpan makanan untuk esok hari. Jika mereka sakit, tidak ada kawan yang membantu memberi mereka makan. Sehari saja mereka tidak bekerja, mereka akan sakit karena tidak makan. Seminggu tidak makan, bisa jadi mereka mati. Itu petuah ayah.

'Kambing,' kata ayah. 'Hanya bekerja untuk makan hari itu. Ia tidak pernah bisa menyimpan makanan untuk esok hari. Tiap hari, ia harus bekerja mencari makanan untuk hidupnya.'

Di dunia ini, begitu banyak orang yang bekerja seperti kambing. Ia bekerja di hari itu untuk makan hari itu juga. Kamu, beda dengan kambing. Boleh mulai bekerja satu hari untuk hari itu, tapi teruslah tingkatkan kemampuan untuk dapat uang lebih banyak.

Suatu saat kamu harus bisa bekerja satu hari, yang hasilnya cukup untuk satu minggu. Bahkan lebih lama lagi. Mengingat hal ini, saya mengartikannya sebagai investasi.

Jangan habiskan hasil bekerja sekaligus di saat itu. Akan tiba saatnya tenaga sudah tidak lagi kuat, dan pikiran sudah tidak bisa berfungsi maksimal.

Ayah tidak hanya bicara. Beliau tanamkan uangnya untuk membeli tanah dan juga rumah untuk dikontrakkan. Sekalipun sudah tidak bekerja lagi, kedua orang tua shttp://www.blogger.com/img/blank.gifaya bisa hidup tenang.

Ayah, dengan ilmu sederhananya, bukan cuma sekedar belajar dan menguasai ilmunya. Beliau juga memraktekkannya.

So, mau jadi manusia kambing?

(Sudah dimuat di Harian Semarang edisi 11 Desember 2010 Rubrik Inspirasi/wi)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar