02 Mei 2010

Puisi Untuk Perempuan – kumpulan puisi-puisi untuk Wanita

Puisi Untuk Wanita - kumpulan puisi-puisi buat perempuan

Puisi Buat Wanita - kumpulan puisi-puisi bagi perempuan

Puisi Untuk Wanita - kumpulan puisi-puisi untuk perempuan

Puisi Untuk Wanita ke-1:

KUCINTA KAU APA ADANYA (AKU MAU...)

Kau boleh acuhkan diriku dan anggap aku tak ada
Tapi takkan merubah perasaanku kepadamu

Aku yakin pasti suatu saat semua akan terjadi
Kau akan mencintaiku dan tak akan pernah melepasku

Aku mau mendampingi dirimu
Aku mau cintai kekuranganmu
Selalu bersedia bahagiakanmu apapun terjadi
Kujanjikan aku ada

Kau boleh jauhi diriku namun aku percaya
Kau akan mencintaiku dan tak akan pernah melepasku

Aku mau mendampingi dirimu
Aku mau cintai kekuranganmu
Aku yang rela terluka untukmu selalu

http://www.justsomelyrics.com/1363465/Once-Kucinta-Kau-Apa-Adanya-Lyrics

———————————————————————

Puisi Untuk Wanita ke-2:

RENUNGAN BUAT SANG SUAMI
(Syaikh Mustofa Al-‘Adawy)

Wahai sang suami ….

Apakah berat bagimu, untuk tersenyum di hadapan istrimu di kala dirimu masuk menemui istri tercinta, agar engkau meraih pahala dari Allah?!!

Apakah membebanimu untuk berwajah yang berseri-seri tatkala dirimu melihat anak dan istrimu?!!

Apakah menyulitkanmu wahai hamba Allah, untuk merangkul istrimu, mengecup pipinya serta bercumbu disaat engkau menghampiri dirinya?!!

Apakah gerangan yang memberatkanmu untuk mengangkat sesuap nasi dan menyuapkannya di mulut sang istri, agar engkau mendapat pahala?!!

Apakah susah, apabila engkau masuk rumah sambil mengucapkan salam dengan lengkap :
“Assalamu`alaikum Warahmatullah Wabarakatuh”
agar engkau meraih 30 kebaikan?!!

Apakah gerangan yang membebanimu, jika engkau menuturkan untaian kata-kata yang baik yang disenangi kekasihmu, walaupun agak terpaksa, dan mengandung bohong yang dibolehkan?!!

Tanyalah keadaan istrimu di saat engkau masuk rumah!!

Apakah memberatkanmu, jika engkau menuturkan kepada istrimu di kala masuk rumah : “Duhai kekasihku, semenjak Kanda keluar dari sisimu, dari pagi sampai sekarang, serasa bagaikan setahun”.

Sesungguhnya, jika engkau benar-benar mengharapkan pahala dari Allah walaupun engkau dalam keadaan letih dan lelah, dan engkau mendekati sang istri tercinta dan menggaulinya, niscaya dirimu akan mendapatkan pahala dari Allah, karena Rasulullah bersabda :”Dan di dalam mempergauli isteri kalian ada sedekah”.

Apakah melelahkanmu wahai hamba Allah, jika engkau berdoa dan berkata : “Ya Allah perbaikilah istriku dan berkatilah daku pada dirinya”

Sesungguhnya ucapan baik itu adalah sedekah.

Wajah yang berseri dan senyum yang manis di hadapan istri adalah sedekah.

Mengucapkan salam mengandung beberapa kebaikan.

Berjabat tangan mengugurkan dosa-dosa.

Berhubungan badan mendapatkan pahala.

———————————————————————

Puisi Untuk Wanita ke-3:

RENUNGAN BUAT SANG ISTRI
(Syaikh Mustofa Al-‘Adawy)

Wahai sang Istri ….

Apakah akan membahayakan dirimu, apabila engkau menemui suamimu dengan wajah yang berseri, dihiasi simpul senyum yang manis di saat dia masuk rumah?

Apakah memberatkanmu, apabila engkau menyapu debu dari wajahnya, kepala, dan baju serta mengecup pipinya.?!!

Mungkinkah akan menyulitkanmu, jikalau engkau berkata kepada suami : “Alhamdulillah atas keselamatan Kanda, kami sangat rindu kedatanganmu, selamat datang kekasihku”.

Wahai sang istri…

Berdandanlah untuk suamimu dan harapkanlah pahala dari Allah di waktu engkau berdandan, karena Allah itu Indah dan mencintai keindahan

Pakailah parfum yang harum, dan ber-make-uplah, serta pakailah busana yang paling indah untuk menyambut suamimu.

Jauhi dan jauhilah bermuka masam dan cemberut.

Janganlah engkau mendengar dan menghiraukan perusak dan pengacau yang bermaksud merusak dan mengacaukan keharmonisanmu dengan suami.

Janganlah selalu tampak sedih dan gelisah, akan tetapi berlindunglah kepada Allah dari rasa gelisah, sedih, malas dan lemah.

Janganlah berbicara terhadap laki-laki lain dengan lemah-lembut, sehingga menyebabkan orang yang di hatinya ada penyakit mendekatimu dan menduga hal-hal yang jelek ada pada dirimu.

Selalulah dirimu dalam keadaan lapang dada, hati tentram, dan ingat kepada Allah setiap saat.

Ringankanlah suamimu dari setiap keletihan, kepedihan dan musibah serta kesedihan yang menimpanya.

Suruhlah suamimu untuk berbakti kepada ibu bapaknya.

Didiklah anak-anakmu dengan baik. Isilah rumah dengan tasbih, tahlil, tahmid, dan takbir, perbanyaklah membaca Al-Quran terutama surat Al-Baqarah, karena surat itu dapat mengusir setan.

Bangunkanlah suamimu untuk melaksanakan shalat malam, doronglah dia untuk melakukan puasa sunah, ingatkan dia akan keutamaan bersedekah, dan janganlah engkau menghalanginya untuk menjalin hubungan siraturrahim dengan karib kerabatnya.

Perbanyaklah beristighfar untuk dirimu, suamimu, serta kedua orang tua dan seluruh kaum muslimin. Berdoalah kepada Alloh Subhanahu wa Ta’ala, agar dianugerahkan keturunan yang baik, niat yang baik serta kebaikan dunia dan akhirat. Ketahuilah sesungguhnya Rabbmu Maha Mendengar doa dan mencintai orang yang nyinyir dalam meminta. Alloh Subhanahu wa Ta’ala berfirman: “Dan Rabbmu berkata : “Serulah Aku niscaya Aku penuhi doamu” (Al-Ghafir : 60).

http://www.abusalma.wordpress.com

(e-book souvenir pernikahan)

———————————————————————

Puisi Untuk Wanita ke-4:

Kami menundukkan kepala. Bertasbih dan bertakbir, juga tak henti beristighfar.
Kami tak akan berhenti berdoa kepada Allah,
semoga Daulah Al Quran dapat tegak kembali di Bumi Afghan.
Kami berdoa kepada Mu, Wahai Yang Maha Kuat! sesungguhnya kami lemah
Kami berdoa kepada Mu, Wahai Yang Maha Kaya! sesungguhnya kami miskin papa
Kami berdoa kepada Mu, Wahai Sang Penunjuk Jalan! sesungguhnya kami ini bodoh tersesat
Kami berdoa kepada Mu, Wahai Pemilik Kekuasaan! sesungguhnya kami orang tertindas di bumi
Agar Engkau melimpahkan kemenangan bagi Ahlul Haq dan Ahlu Tauhid
Agar Engkau persatukan shaf Mujahidin dan mengokohkan barisan mereka
Agar Engkau menyertai para Ghazi yang berjuang
Ya Allah tepatkan bidikan mereka
Ya Allah tepatkan bidikan mereka
Ya Allah jagalah Mujahidin dan persatukan hati mereka.
Ya Allah berilah pengawalan kepada mereka
ketika mata-mata tengah tertidur.

Kami menunggu cemas, akan kembalinya Daulah yang ditegakkan di atas pucuk-pucuk tombak.

Kami mohon ampun kepada Mu Ya Allah
karena lemahnya iman kami
dan sikap duduk diam kami
Betapa malangnya kami, kaum qoidun ini
Ya Allah bukakan jalan

author: unknown

———————————————————————

Puisi Untuk Wanita – kumpulan puisi-puisi untuk perempuan

Sebagian Riwayat Tentang Peringatan Para Salaf Agar Jangan Duduk Dan Bergaul Dengan Ahli Bid’ah Sebelumnya

Adapun dari atsar adalah ucapan Al Hasan dan Ibnu Sirin, keduanya berkata: “Janganlah kalian duduk bersama para pengikut hawa nafsu, mendebat mereka dan jangan mendengar ucapan mereka.” (Riwayat Ad Darimi dalam sunannya 1/110 dan Al Lalika’i dalam Syarh Ushul I’tiqad Ahlus sunnah wal jama’ah 1/133).

Abu Qilabah berkata: “Jangan kalian duduk dan bergaul dengan ahlul bid’ah, karena aku merasa tidak aman kalau mereka akan membenamkan kalian dalam kesesatan dan mengaburkan kepada kalian banyak hal yang telah kalian ketahui.” (Riwayat Ad Darimi 1/108 dan Al Lalika’i 1/134).

Yahya bin Abi Katsir berkata: “Kalau engkau berpapasan dengan Ahli bid’ah di satu jalan, maka carilah jalan lain.” (Riwayat Al Lalika’i 1/1137).

Abdullah bin Al Mubarak berkata: “Hendaklah majlismu bersama orang-orang miskin dan janganlah engkau bermajlis dengan Ahlul bid’ah.” (Al Lalika’i 1/137).

Al Fudhail bin ‘Iyadh berkata: “Siapa yang didatangi oleh seseorang dan meminta pendapatnya tapi dia malah menyuruh orang yang datang itu untuk mendatangi Ahli bid’ah, berarti dia telah menipu Islam. Hati-hati, jangan mendatangi Ahli bid’ah, karena mereka menghalangi kalian dari kebenaran.” (Al Lalika’i 1/137).

Beliau berkata juga: “Jangan engkau duduk bersama Ahlul bid’ah, karena aku takut laknat Allah turun kepadamu.” (Al Lalika`i 1/137).

Beliau berkata lagi: “Aku menemui manusia yang baik-baik, mereka semua adalah Ahlus sunnah dan mereka melarang bergaul dengan ahlul bid’ah.” (Al Lalika`i 1/138).

Ibrahim bin Maisarah berkata: “Siapa yang menghormati Ahli bid’ah, berarti dia telah membantu untuk menghancurkan Islam.” (Al Lalika’i 1/139).

Al Hasan Al Bashri berkata: “Melaknat Ahlul bid’ah dan orang fasiq karena kefasikannya bukan termasuk ghibah.” (Al Lalika’i 1/140).

Ada seseorang bertanya kepada Sa’id bin Jubair tentang sesuatu tapi dia tidak menjawabnya. Ada yang menanyakan tentang sikapnya itu kepadanya, maka dia mengatakan: “Dia (si penanya) adalah Azayisyan (dalam bahasa Persia yang berarti dari mereka, yaitu dari ahlul bid’ah).” (Ad Darimi 1/109).

Mujaddid abad 20, syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab berkata dalam risalahnya kepada penduduk Qashim yang berisi tentang aqidahnya: “Dan saya berpendapat bahwa ahlul bid’ah harus diisolir dan dijauhi hingga mereka bertaubat.” (Rasa’ilusy Syakhshiyyah hal. 11 yang berisi kumpulan karangan-karangan Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab yang dikumpulkan oleh Universitas Al Imam Muhammad bin Su’ud Al Islamiyyah).

“Hendaklah mereka memikul dosa-dosa mereka secara sempurna dan dosa- dosa orang yang mereka sesatkan yang tidak tahu sedikitpun bahwa mereka disesatkan. Ingatlah, amat buruk sekali apa yang mereka pikul itu.” (An Nahl: 25). (Waqafat hal. 17-41 dengan beberapa ringkasan)

Sumber: Buletin Islamy Al Manhaj edisi VI/1419 H/1998 M
judul asli “Firqah Tabligh Dihujat”

———————————————————————

Puisi Untuk Wanita – kumpulan puisi-puisi untuk perempuan

Pertanyaan:

Saya sering mendengar sebagian orang, bila ingin memberikan tekanan
terhadap ucapannya ia mengatakan: “Demi Nabi,” apakah itu boleh?

Jawab:

Itu termasuk bersumpah atas nabi. Perbuatan tersebut haram, termasuk
perbuatan syirik. Bersumpah atas nama sesuatu merupakan pengagungan
terhadap sesuatu tersebut. Sementara makhluk tidak boleh mengagungkan
sesama makhluk, maksudnya dalam pengagungan ibadah. Oleh sebab itu
Rasulullah  bersabda,

“Barangsiapa yang bersumpah dengan selain Allåh, berarti telah berbuat
kafir atau syirik.” (Sahih, diriwayatkan oleh Ahmad II/125, Abu Dawud no.
3251, dan Al-Tirmidzi no. 1535) Larangan itu mencakup sumpah demi para
nabi, para malaikat, orang-orang shalih dan seluruh makhluk.

«
“Barangsiapa yang bersumpah, hendaknya bersumpah demi Allåh atau
diam saja.” (Al-Bukhari no. 4860, Fathul Bari (VIII/611, 6107) Fathul Bari
(X/516), oleh Muslim no. 1647), Ahmad II/309, Abu Dawud no. 3247, Al-
Nasai no. 3775, Al-Tirmidzi no. 1545, dan Ibnu Majah no. 2096.

Adapun yang disebutkan dalam al-Quran berupa sumpah demi mursalat (para
malaikat yang diutus membawa kebaikan), dzariyat (angin yang bertiup
dengan kencang), An-Naazi’aat (para malaikat yang mencabut nyawa
dengan kasar), demi fajar, demi masa, demi waktu dhuha, demi letak letak
bintang, dan seterusnya, semua itu adalah hak Allåh Subhanahu wa
Ta’ala. Allåh berhak bersumpah atas makhluk-Nya yang manapun. Adapun
makhluk, hanya boleh bersumpah demi Rabb-nya.

Al-Lu-lu’ al-Makin min Fatawa Ibni Jibrin hal. 32

sumber: majalah fatawa
Vol.IV/No.01 | Muharram 1429 / Januari 2008

www.fatawa.atturots.or.id

download majalahnya (format pdf) di:

http://www.esnips.com/web/Fatawa

Puisi Untuk Wanita – kumpulan puisi-puisi untuk perempuan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar