06 Agustus 2011

Empat Muslim Tewas Ditembak di Thailand Selatan

Empat Muslim ditembak mati dalam tiga serangan terpisah di Thailand selatan pada Kamis (04/08/2011), yang menurut dugaan polisi merupakan pembalasan atas penembakkan yang menewaskan seorang guru sekolah Buddha pada sehari sebelumnya.

Seorang mantan guru madrasah ditembak mati di rumahnya sebelum fajar di Patani, dan sekitar dua jam kemudian di provinsi yang sama, seorang pria muslim dan istrinya ditembak mati saat mereka mengendarai sepeda motor.

Di provinsi tetangga Yala, tubuh pria Muslim lain ditemukan di sisi jalan dengan dua luka tembak di kepala, kata polisi.

Umat Muslim merupakan penduduk mayoritas di provinsi Yala, Patani dan Narathiwat yang berbatasan dengan Malaysia. Sementara Thailand adalah negara yang didominasi Buddha.

Lebih dari 4.600 orang telah tewas dan 9.000 lainnya terluka sejak pemberontakan puluhan tahun terhadap negara Thailand muncul kembali pada tahun 2004. Tidak ada kelompok yang kredibel telah mengaku bertanggung jawab atas serangan senjata dan bom yang terjadi hampir setiap di daerah penghasil karet tersebut, di mana lebih dari 40.000 polisi dan tentara dikerahkan.

Polisi menduga pembunuhan tersebut merupakan pembalasan atas terbunuhnya seorang guru sekolah Buddha yang ditembak mati saat mengendarai sepeda motor di Patani Rabu.

..Seorang mantan guru madrasah ditembak mati di rumahnya sebelum fajar di Patani, dan sekitar dua jam kemudian di provinsi yang sama, seorang pria muslim dan istrinya ditembak mati saat mereka mengendarai sepeda motor..

Lebih dari 140 guru telah tewas di wilayah ini sejak tahun 2004. Para ahli mengatakan mereka ditargetkan oleh militan karena mereka melambangkan pengaruh negara Thailand dalam sebuah wilayah etnis Muslim Melayu yang merdeka hingga satu abad lalu.

Pihak berwenang biasanya selalu menyalahkan pejuang Muslim bayangan untuk setiap serangan yang terjadi, termasuk juga serangan dan pembunuhan terhadap umat Muslim. Namun, penduduk Muslim lokal menyebut bahwa banyak dari pembunuhan itu dilakukan oleh warga Buddha atau polisi dan tentara Thailand, yang dikenal dengan nama skuad kematian pemerintah.

Tiga provinsi, Yala, Patani dan Narathiwat dan sebagian kecil dari profinsi tetangga Songkhla, adalah bagian dari kesultanan Melayu Muslim yang dianeksasi oleh kerajaan Buddha Thailand pada tahun 1902. Ketegangan perjuangan pemisahan diri umat Muslim dari kerajaan Buddha Thailand terus gergejolak sejak saat itu. (st/Reuters/voai)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar