15 Juni 2010

Dimata-matai Kamera CCTV, Muslim Brimingham Ajukan Gugatan

Sebuah proyek surveilans kontraterorisme yang menyasar dua lingkungan Muslim di Birmingham kemungkinan akan dihentikan setelah pengacara hak asasi manusia mengupayakan sebuah judicial review. Warga di permukiman itu sangat marah ketika temuan atas dasar liputan investigasi harian Guardian menyebutkan kamera CCTV yang dipasang adalah bagian dari skema untuk mengumpulkan data tentang kendaraan yang masuk Sparkbrook dan Washwood Heath.

Dalam Proyek Champion, nama proyek surveilans kontraterorisme itu, pinggiran kota akan dipantau oleh 150 kamera pembaca plat nomor otomatis (ANPR) - tiga kali lebih besar daripada yang dipasang di seluruh pusat kota. Kamera berbentuk “cincin” baja, yang berarti warga tidak bisa memasuki atau meninggalkan daerah tanpa mobil mereka terlacak. Data akan disimpan selama dua tahun.

Menanggapi pengungkapan Guardian, polisi dan dewan mengakui perhatian publik dan berjanji akan melakukan tinjauan. Namun tampaknya mereka akan bertindak lebih cepat karena menurut rencana, awal Agustus ini para pengacara akan mengambil upaya hukum melalui pengadilan atas tuduhan pelanggaran HAM.

Empat puluh kamera ANPR rahasia dan 60 tambahan kamera standar CCTV telah diinstal sebagai bagian dari proyek senilai 3 juta poundsterling. Proyek ini sepenuhnya didanai Terrorism and Allied Matters (Tam) dan dikelola oleh Asosiasi Kepala Polisi. Proyek ini ditujukan untuk “menghalangi atau mencegah terorisme atau membantu mengadili mereka yang bertanggung jawab”.

Roger Godsiff, anggota Parlemen dari Partai Buruh untuk Birmingham konstituen Green Hall, yang merencanakan sebuah gerakan awal, menggambarkan rencana itu sebagai “pelanggaran serius kebebasan sipil”.

Hal yang sama diungkapkan John Hemming, dari Partai Liberal Demokrat. ia menyebut “tak ada sisi positif” dari skema itu. sIa akan mencari dukungan dari wakil perdana menteri, Nick Clegg, yang telah berjanji untuk membatalkan inisiatif pemerintah yang tidak adil menghalangi kebebasan sipil. (republika.co.id, 14/6/2010/ hti)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar