22 September 2010

Mau Jadi Pengusaha? Gampaaaaaang ...

Banyak orang berminat jadi pengusaha, karena profesi ini punya kemungkinan penghasilan yang jauh lebih besar daripada jadi karyawan. Sayangnya, mereka lebih sering berpikir daripada bertindak. Ujung-ujungnya, mereka terpenjara di alam pikiran mereka sendiri, tanpa sekalipun mencoba atau bertindak.

Buat saya, menjadi pengusaha itu gampaaang. Modalnya hanya satu. Bukan uang, tapi kemampuan berjualan. Jika anda mau jadi pengusaha kaya, tambah satu syarat lagi, yaitu kemampuan mengelola uang. Kalau setiap saat anda mengasah dua kemampuan itu, insya Allah anda jadi pengusaha kaya, seperti nabi Muhammad. Beliau jadi pengusaha, nyaris tanpa modal. Mulai dari menjual tenaga sebagai penggembala kambing. Dilanjutkan dengan menjual tenaga dan pikiran sebagai pedagang pada perusahaan dagang ummi Khadijah. Dan sukses beliau sebagai pedagang tidak lagi bisa terhalangi.

Oh iya. Tambah satu lagi. Sepanjang perjalanan meningkatkan kemampuan berjualan, jaga kepercayaan konsumen anda. Jangan sekalipun berkhianat. Itu lah sebabnya, nabi Muhammad sudah bergelar Al-Amiin sebelum beliau diangkat jadi nabi.

Berikut, sedikit ilustrasi sederhana yang bisa anda jalani. Tentu saja dengan mengesampingkan rasa malu, malas dan takut. Malu kalau bertemu teman atau calon mertua ketika berjualan. Malas menawarkan barang jualan kepada calon konsumen. Takut dicemooh atau ditolak ketika kenjajakan barang.

1. Kalau anda punya uang Rp. 5.000 - 10.000, anda bisa membeli beberapa botol Air Minum Dalam Kemasan merk apa saja di toko grosir.

2. Sebagai dasar perhitungan, harga AMDK 600 ml paling mahal Rp. 1.400 (grosir). Anda bisa jual kembali dengan harga minimal Rp. 2.000. Jadi, per botol untungnya Rp. 600. Di beberapa lokasi, harga jualnya bisa lebih tinggi, mencapai Rp. 2.500 hingga Rp. 3.000.

3. Kalau anda butuh Rp. 5.000.000, anda hanya perlu menjual paling banyak 8.500 botol AMDK.

4. Banyak banget? Tentu. Tapi mari kita perkecil. Satu hari kita punya waktu 24 jam. Waktu kerja kita asumsikan 10 jam. Mampukah kita menjual 5 botol setiap jam? Sebagai ilustrasi, siswa Institut Kemandirian ada yang berhasil menjual lebih dari 20 botol per jam. Para pedagang asongan bisa menjual lebih dari 40 botol per jam.

5. Kalau saja anda berhasil menjual 5 botol per jam, berarti dalam sehari kita bisa menjual 50 botol. Target 8500 botol tercapai dalam 170 hari (sekitar 6 bulan).

6. Bisa jual lebih banyak, target Rp. 5 juta bisa lebih cepat tercapai. Dengan uang itu, anda sudah bisa naik pangkat. Tidak lagi jadi pedagang asongan.

7. Berat di awal, tapi uang Rp. 5 juta itu adalah milik sendiri. Nggak perlu berbohong, bikin surat keterangan gaji palsu. Nggak perlu cari hutangan dari orang lain yang belum pasti. Sungguh, tidak ada kemuliaan pada orang yang berhutang.

8. Kumpulkan lah uang receh, karena lama-lama anda bisa membeli sepeda. Gunakan sepeda untuk cari\ uang, yang hasilnya terus anda kumpulkan untuk membeli sepeda motor. Gunakan sepeda motor itu untuk cari uang, uangnya dikumpulkan untuk membeli mobil. Lama-lama anda bisa jadi pengusaha taksi, atau bahkan pemegang saham di perusahaan penerbangan.

9. Mimpi? Orang cerdas bilang, sukses dibangun dua kali. Pertama dalam pikiran, berupa impian. Kedua, di alam nyata, dengan bekerja. Itu lah sebabnya, satu-satunya cara mewujudkan impian adalah bangun dari tidur, dan berusaha sampai berhasil.

10. Jangan lupa. Anda juga perlu makan. Perlu minum dan keperluan lain. Sisihkan itu dari penghasilan anda, supaya anda tidak sakit-sakitan ketika sudah kaya.

Mohon maaf, jika tidak berkenan.

(Sudah dimuat di Buletin Dompet Dhuafa, Masakini edisi Syawwal 1431H, wi)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar