05 Agustus 2011

Media Hamas: Shalit Ikut "Berpuasa" Selama Bulan Suci Ramadhan

Media Hamas: Gilad Shalit Ikut "Berpuasa" Selama Bulan Suci Ramadhan

Situs Ar-Risalah yang berafiliasi dengan gerakan Hamas, Rabu kemarin (3/8) melaporkan bahwa prajurit Israel yang ditangkap Gilad Shalit telah memutuskan untuk berpuasa selama bulan suci Ramadhan.

Laporan itu muncul ketika pembicaraan terhenti antara Hamas dan Israel terkait atas pertukaran ratusan tahanan untuk Shalit, yang ditangkap dalam serangan tahun 2006.

Laporan tersebut tampaknya dimaksudkan untuk meningkatkan tekanan pada pemerintah Israel, di mana perdana menteri Israel telah menghadapi kecaman atas kegagalannya untuk memprioritaskan kesepakatan dengan Hamas.

"Sebuah peribahasa populer mengatakan bahwa jika seseorang tinggal di komunitas untuk lebih dari 40 hari, ia menjadi salah satu dari mereka. Hal ini tampaknya telah menjadi kenyataan di Jalur Gaza," kata laporan situs Ar-Risalah.

Setelah bertahun-tahun di Gaza, Shalit telah "malu untuk meminta makanan selama bulan Ramadhan meskipun faktanya bahwa para penculiknya tidak menyangkal bahwa laporan itu benar," tulis Ar-Risalah.

Shalit berpikir bahwa pemerintah Israel telah "kehilangan minat," terhadap dirinya, dan dia meninggalkan tradisi Yahudi untuk meniru umat Muslim setelah mendapat 'pelayan' yang baik yang ia terima dari para penculiknya, bahkan ketika mereka sedang berpuasa.

Pemerintah Israel, tambah Ar-Risalah, terlalu sibuk dengan demonstrasi dahttp://www.blogger.com/img/blank.gifn aksi protes di Tel Aviv, sehingga Shalit tidak bisa mendengar laporan terbaru dari stasiun TV Israel Channel 1 tentang dirinya.

Laporan tersebut mengklaim Shalit melihat aksi protes terhadap masalah perumahan menjadi terlalu besar, dan ini membuat dia depresi dan kecewa. Ia kehilangan harapan untuk kesepakatan pertukaran tawanan yang bisa menjamin kebebasannya."

Sepertinya dia ingin mengatakan, "Shalit ingin menggulingkan rezim," ujar laporan tersebut,

Shalit ditangkap oleh Hamas dan faksi-faksi pejuang Palestina lainnya pada 25 Juni 2006 dalamsebuah serangan lintas-perbatasan di dekat penyeberangan Kerem Shalom di sebelah timur Rafah di selatan Jalur Gaza.(fq/mna/em)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar