12 Juni 2010

Keuntungan Berhenti Merokok Dalam Hitungan Menit

Keuntungan Berhenti Merokok

Orang yang paling egois di dunia adalah orang yang merokok. Hal itu diungkapkan oleh dr. Aulia Sani SpJP (K) (spesialis jantung dan pembuluh darah) dalam acara peluncuran kampanye berhenti merokok oleh Pfizer, di fx, Jakarta.

Hal itu karena asap yang dihisap perokok hanya sekitar 20 persen. Sisanya 10 persen berada di filter dan 70 persen dihirup oleh orang-orang di sekitarnya atau biasa disebut perokok pasif. Para perokok pasif ini, termasuk ibu hamil dan anak-anak yang risiko terkena kanker paru dan penyakit jantungnya bertambah sebesar 30 persen. Efek dari menghirup asap sisa pembakaran rokok pada perokok pasif ini cukup berbahaya.

"Ibu hamil yang sering menghirup asap sisa pembakaran rokok berisiko mengalami proses kelahiran yang bermasalah seperti bayi lahir dengan berat badan rendah, cacat dan bahkan bisa meninggal. Sedangkan pada anak-anak lebih mudah terkena infeksi saluran pernafasan," kata dr. Aulia.

Untuk itu, jika Anda perokok, jangan merokok dekat dengan anak-anak dan ibu hamil. Karena, Anda sangat merugikan masa depan anak-anak dan janin yang ada di rahim ibu. Lalu, hindari juga merokok dalam rumah atau ruangan tertutup yang sering didatangi anak-anak dan ibu hamil.

Tetapi, hal yang paling baik adalah bukan menghindari mereka tetapi berhenti merokok. Selain membuat anak-anak di sekitar Anda sehat, ada kabar gembira lainnya yang bisa Anda dapatkan jika berhenti merokok. Berikut keuntungan berhenti merokok menurut hitungan menit seperti diberitakan dari American Cancer Society, Guide to Quit Smoking.

- 20 menit : Berhenti merokok selama 20 menit, membuat tekanan darah, denyut jantung, dan aliran darah tepi Anda membaik.

- 12 jam : Tingkat karbonmonoksida dalam darah Anda kembali normal

- 48 jam : Sistem aliran darah membaik dan fungsi jantung dapat meningkat.

- 2-12 minggu : Nikotin tereliminasi dari sistem. Indera pengecap dan penciuman Anda membaik.

- 1-9 bulan : Napas pendek (sesak) dan batuk berkurang.

- 1 tahun : Risiko jantung koroner berkurang setengah dibandingkan dengan perokok.

- 10 tahun : Risiko kanker paru berkurang setengahnya dibandingkan perokok.

- 15 tahun : Risiko serangan jantung dan stroke turun ke tingkat yang sama dengan yang bukan perokok.

Sudah bukan rahasia lagi jika merokok dapat merugikan kesehatan. Seperti yang telah tertera pada label rokok itu sendiri, dan juga peringatan dari berbagai artikel. Namun bukan hanya itu, rokok tidak hanya berbahaya bagi orang yang menghisapnya, tetapi juga orang yang berada di sekitarnya. Alibi cukai rokok membantu pemerintah pun jika ditelusuri merupakan mitos belaka, tak sedikit pun rokok memiliki sisi positif. Berikut ulasan mengenai apa sebenarnya rokok dan bagaimana rokok jika ditelusuri dari aspek kesehatan dan ekonomi.

Asal Muasal Rokok

Terdapat berbagai penjelasan yang menerangkan asal muasal dari sepuntung rokok ini. Beberapa diantaranya dikatakan apabila menilik dari bahan utama pembentuk rokok, tembakau, maka sejarah rokok ini diawali dengan diperkenalkan oleh penduduk asli Amerika kepada penduduk Eropa ketika Columbus menjajah pada tahun 1492-1506.

Namun munculnya rokok juga dipercaya sejak 1000 tahun S.M. di Benua Amerika, dimulai dari mengunyah tembakau dan menghisap tembakau melalui sebuah pipa oleh warga asli benua Amerika (Maya, Aztec dan Indian). Penduduk warga asli Amerika menganggap tembakau sebagai tanaman yang keramat karena digunakan untuk upacara atau ritual yang penting. Seperti contohnya tembakau saat itu digunakan untuk upacara, persiapan untuk perang, atau pun memprediksi cuaca, dan lain sebagainya.

Selain itu beberapa sumber lain mengatakan bahwa menghisap rokok yang dibuat dari tembakau dibungkus kulit jagung atau daun tembakau itu sendiri (seperti cerutu) atau melalui pipa sudah menjadi kebiasaan penduduk asli Peru sejak 5000 S.M. Sama halnya seperti penduduk asli Amerika, rokok itu digunakan sebagai bagian dari ritus untuk berkomunikasi dengan para dewa atau arwah nenek moyang.

Kandungan Pada Rokok

Rokok adalah produk berbahaya dan adiktif yang mengandung 4000 zat kimia, 69 diantaranya adalah karsinogenik (pencetus Kanker, Red). Berikut beberapa zat berbahaya yang terkandung didalam sebatang rokok:

Nikotin – Menyebabkan ketagihan. Ia merangsang otak supaya si perokok merasa cerdas pada awalnya, kemudian Ia melemahkan kecerdasan otak. Tidak ada kadar yang aman untuk mengkonsumsi nikotin, berapapun kadarnya, serendah apa pun nikotin tetap berbahaya. Nikotin dapat meresap melalui mulut, hidung dan kulit, sehingga rokok yang ditempel-tempelkan pada mulut tanpa dibakar pun dapat menyerap nikotin, sama halnya dengan petani tembakau.

Efek langsung ke otak hanya memerlukan waktu dalam hitungan detik yakni 10-16 detik. Rokok sigaret menghasilkan 1,2 – 2,9 mg nikotin. Merokok sebungkus per hari dapat menyerap nikotin 20-420 mg nikotin/hari yang dapat meningkatkan plasma 23-35 ng/ml. Selain itu, akibat dari konsumsi nikotin adalah pelepasan adrenalin dapat meningkatkan frekuensi denyut jantung, tekanan darah, dikarenakan kebutuhan oksigen jantung.

Karbon monoksida – adalah gas yang berbahaya yang terdapat dalam pembuangan asap kendaraan. Ia menggantikan sebanyak 15% daripada oksigen yang seharusnya dibawa oleh sel-sel darah merah. Jadi jantung perokok yang memerlukan banyak oksigen ternyata mendapat lebih sedikit oksigen. Ini membahayakan untuk mereka yang mengidap penyakit jantung atau paru-paru.

Ia juga menyebabkan perokok sesak napas dan kurang daya staminanya. Karbon monoksida merusak lapisan dalam pembuluh darah dan meninggikan endapan lemak pada dinding pembuluh-pembuluh darah, menyebabkan pembuluh darah tersumbat. Ini meningkatkan lagi risiko serangan jantung.

Tar – adalah kumpulan dari beribu-ribu bahan kimia dalam komponen padat asap rokok dan bersifat karsinogen. Sebagian dari zat tersebut yakni benzo(1) pyrene, nitrosamine dan B-naphthylamine, cadmium dan nikel. Tar juga digunakan sebagai bahan pembuat aspal. Pada saat dihisap, tar masuk ke dalam rongga mulut sebagai uap padat. Setelah dingin akan menjadi padat dan membentuk endapan berwarna coklat pada permukaan gigi, saluran pernafasan dan paru-paru. Pengendapan ini bervariasi antara 3-40 mg per batang rokok, sementara kadar tar pada rokok di Indonesia berkisar antara 19-33 mg per batang rokok.

Aseton – peluntur cat

DDT - Racun serangga untuk membunuh nyamuk dan semut

Arsenik – Racun kutu dan racun yang digunakan untuk pembunuh-pembunuh terkenal

Kadmium – Bahan kimia yang terdapat di dalam ACCU

Formaldehid – Digunakan untuk mengawetkan mayat

Ammonia – Bahan aktif dalam pembersih lantai

Hidrogen sianida – Racun yang digunakan untuk gas

Naftalena – Bahan yang beracun yang terdapat dalam obat serangga

Polonium-210 - 210-bahan radioaktif

Vinil klorida – bahan kimia yang digunakan untuk membuat plastik

Dampak Konsumsi Rokok Pada Kesehatan

Dampak yang ditimbulkan dari kebiasaan merokok memang tidak secara langsung dapat dirasakan. Namun, apabila kebiasaan merugikan tersebut tetap dipertahankan, maka beberapa penyakit yang akan datang menyertai kesehatan tubuh Anda:
# 1. Kanker paru-paru : 90% dari kematian yang terjadi di kalangan perokok disebabkan oleh Kanker paru-paru. Kanker paru terjadi 10 -30 kali lebih sering pada perokok dibandingkan bukan perokok.
# 2. Penyakit Jantung : Penelitian telah menunjukkan bahwa kira-kira 40% kematian yang disebabkan oleh penyakit jantung sebelum umur 65 tahun berkaitan dengan kebiasaan merokok.
# 3. Emfisema dan bronchitis kronis - Merokok adalah penyebab utama bronchitis yang kronis. Rokok mempersempit saluran pernafasan dan menambah polusi udara dimana pertukaran gas berlangsung, menyebabkan Anda susah bernafas. Seorang yang bukan perokok yang sehat menggunakan 5% dari tenaganya untuk bernafas, tetapi seseorang yang mengidap emfisema akut menggunakan 80% dari tenaganya hanya untuk bernafas.
# 4. Stroke – Rokok penyebab 5% stroke di Indonesia
# 5. Kanker rongga mulut
# 6. Kanker nasofaring
# 7. Kanker serviks
# 8. Kanker anal
# 9. Berat Badan Lahir Rendah (BBLR)
# 10. Infertilitas
# 11. Abortus (risiko 2 – 3 kali lebih sering)
# 12. Impotensi (risiko 50%)
# 13. Osteoporosis
# 14. Katarak
# 15. Psoriasis
# 16. Lupus eritematous
# 17. Bronkiolitis respiratorik
# 18. Obstructive sleep apnea
# 19. Pnemothoraks idiopatik
# 20. Tuberkulosis
# 21. Penyakit telinga tengah - 150.000 – 300.000 kasus pada anak usia<18 bln
# 22. Asma: risiko meningkat 60% (kedua ortu merokok)
# 23. Suddent Death Infant Syndrome (SDIS): risiko 2x (ibu perokok)

Jika dikaitkan dengan mortalitas, kebiasaan merokok berkaitan dengan 50% kematian pada Kanker esophagus, 33% kematian pada Kanker kandung kemih, 33% kematian pada Kanker Pankreas dan juga berkaitan dengan kematian perinatal.

Rokok dan Gizi Buruk

Survei selama tahun 1999-2003, lebih dari 175 ribu keluarga miskin perkotaan di Indonesia menunjukkan tiga dari empat keluarga (74%) adalah perokok aktif. Belanja mingguan untuk membeli rokok menempati peringkat tertinggi (22%), bahkan lebih besar dari pengeluaran makanan pokok yaitu beras (19%). Perilaku merokok kepala rumah tangga miskin memiliki keterkaitan, baik langsung maupun tidak langsung, dengan adanya kasus gizi buruk pada Balita.

Belanja rokok menggeser kebutuhan makanan bergizi yang esensial untuk tumbuh kembang Balita. Balita dengan gizi kurang berisiko mengalami keterlambatan perkembangan mental, meningkatkan morbiditas dan mortalitas akibat rentan terhadap penyakit. Konsekuensi jangka panjang adalah prestasi sekolah buruk, kapasitas intelektual lemah dan kemampuan kerja kurang, sehingga mengancam hilangnya sebuah generasi (lost generation).

Rokok dan Perokok Pasif

Seseorang dikatakan perokok pasif apabila ia bukan perokok, namun menghisap asap rokok dari perokok yang ada di sekitarnya. Sedangkan, perokok aktif sendiri adalah seseorang yang mengkonsumsi rokok rutin, walaupun rutinitas merugikannya tersebut dapat dihitung jari dalam seminggu atau pun bulanan.

Seperti yang diungkapkan oleh dr. Santi Martini M.Kes pada sebuah sosialisasi Perda KTR dan KTM di Surabaya, dikatakan bahwa ketika seseorang merokok, maka 25% asapnya akan dihisap dan 75% sisanya akan dihembuskan di udara bebas. Asap yang telah dihisap sebanyak 25% tadi kemudian akan dihembuskan kembali, keluar sebesar 12,5%. Sehingga apabila dijumlah, asap rokok pada udara bebas ada sekitar 90%. Maka dari itu, mengapa perokok pasif memiliki risiko tinggi juga seperti halnya perokok aktif.

Perokok pasif mungkin mengalami mata pedih, hidung beringus, tekak yang serak dan pening kepala. Jika mereka terus menghisap asap rokok orang lain, mereka mempunyai risiko tinggi terserang Kanker paru-paru, serangan jantung dan jangkitan paru-paru. Merokok secara pasif juga menyebabkan paru-paru berfungsi kurang baik.

Merokok secara pasif bisa menyebabkan serangan kronis bagi mereka yang mengidap penyakit bronchitis, radang tenggorokan, flu dan alergi.

Asap yang dihirup oleh perokok pasif mungkin mengandung 3 kali lebih banyak tar, 3 kali lebih banyak nikotin, 5 kali lebih banyak karbon monoksida, dan 50 kali lebih banyak bahan-bahan kimia yang menyebabkan efek kronis dibandingkan dengan asap yang dihisap oleh perokok melalui ujung rokok filter yang disaring.

Bagi ibu hamil yang menjadi perokok pasif, ia rentan untuk mengalami keguguran, bayi lahir mati, bayi kurang gizi, pertumbuhan terganggu dan bayi lahir prematur. Pada anak yang menjadi perokok pasif, maka akan menyebabkan perkembangan paru lambat, intelegensi kurang, infeksi saluran pernafasan, infeksi telinga, asma, dan pada bayi akan mengalami kematian mendadak.

Dampak Konsumsi Rokok Pada Ekonomi

Konsumsi rokok pada tahun 2008 mencapai 240 miliar batang atau 658 juta batang per hari. Ini berarti uang senilai Rp. 330 miliar "dibakar" perokok di Indonesia dalam sehari. Umumnya masyarakat mengungkapkan bahwa industri rokok sangat membantu perekonomian negara melalui cukai rokok, tapi pada kenyataannya yang membayar cukai rokok itu sendiri bukanlah industri rokoknya, melainkan pembeli rokok atau perokok itu sendiri.

Hal tersebut juga diungkapkan oleh dr. Santi Martini M.Kes saat ditemui di kantornya. Dokter yang dikenal concern terhadap permasalahan rokok ini menjelaskan bahwa tidak ada yang perlu dibanggakan dari cukai rokok karena pembayaran cukai tersebut bukanlah dari industrinya melainkan dari konsumen rokok itu sendiri.

Pada tahun 2005, penerimaan negara dari cukai rokok mencapai 32,6 triliun rupiah tetapi pengeluaran negara dan rakyat untuk pengobatan penyakit akibat rokok mencapai 167,1 triliun rupiah (Penelitian Soewarta Kosen, Depkes, 2005).

Tiga dari empat keluarga di Indonesia memiliki pengeluaran untuk membeli rokok. Kelompok keluarga termiskin justru mempunyai prevalensi merokok lebih tinggi daripada kelompok pendapatan terkaya. Proporsi pengeluaran bulanan untuk belanja rokok pada rumah tangga termiskin (12%) juga lebih tinggi dari rumah tangga terkaya (7%).

Belanja bulanan rokok keluarga termiskin setara dengan 15 kali biaya pendidikan (0,8%) dan 9 kali bagi kesehatan (1,3%). Jika dibandingkan dengan pengeluaran makanan bergizi, jumlah itu setara 5 kali pengeluaran untuk telur dan susu (2,3%), 2 kali pengeluaran untuk ikan (6,8%) dan 17 kali pengeluaran membeli daging (0,7%)

Pemerintah berupaya mengurangi kemiskinan melalui Bantuan Langsung Tunai (BLT) sebesar Rp. 100.000 per bulan. Lebih dari 12 juta keluarga miskin menggunakan dana BLT untuk membeli rokok. Data Susenas tahun 2006 menunjukkan, rata-rata pengeluaran rokok pada keluarga perokok sekitar Rp. 117 ribu per bulan, pada keluarga termiskin rata-rata Rp. 52 ribu yang berarti lebih dari separuh BLT dihabiskan membeli rokok. Program pengurangan kemiskinan akan terhambat apabila keluarga miskin masih terperangkap adiksi rokok.

Keuntungan "Ceraikan" Rokok

Seperti yang telah di jelaskan di atas, bahwa efek yang ditimbulkan oleh rokok ke dalam tubuh hanya memerlukan waktu dalam hitungan menit. Seperti nikotin yang dapat mempercepat jantung, dan merasuk ke otak malah dalam hitungan detik.

Dan apabila meninggalkan kebiasaan merokok hari ini maka badan akan bebas dari nikotin dalam masa 8 jam. Kira-kira dalam satu minggu kemungkinan besar efek samping dari kebiasaan merokok akan hilang. Dengan berjalannya waktu, maka badan akan memperbaiki kerusakan yang disebabkan oleh tembakau. Apabila kebiasaan baik itu diteruskan, maka risiko mengidap penyakit yang berkaitan dengan kebiasaan merokok akan berkurang.

Berikut terdapat tabel sederhana yang menunjukkan perubahan pada tubuh setelah berhenti merokok dalam hitungan waktu.
Dalam 20 menit : Tekanan darah dan denyut nadi kembali ke normal.
Dalam 8 jam : Kadar oksigen di darah kembali ke angka normal.
Dalam 24 jam : Karbon monoksida dieliminasi dari tubuh. Paru mulai mengeluarkan mucus dan debritis dari tubuh.
Dalam 48 jam : Nikotin tidak dapat lagi dideteksi dari dalam tubuh. Kemampuan untuk mencium dan merasa menjadi lebih baik.
Dalam 72 jam : Bernafas mulai terasa lebih lega karena bronkus lebih elastic. Level energi mulai meningkat.
Dalam 2-12 minggu : Sirkulasi di berbagai bagian tubuh mulai membaik
Dalam 3-9 bulan : Gangguan pernapasan seperti batuk, sesak napas dan bising mengi mulai membaik. Secara keseluruhan fungsi paru akan meningkat sekitar 5-10%.
Dalam 5 tahun : Risiko terjadinya serangan jantung menjadi setengah daripada mereka yang terus merokok
Dalam 10 tahun : Risiko mendapat Kanker par menjadi separuh dari risiko para perokok. Risiko mendapat serangan jantung menjadi kurang lebih sama dengan mereka yang tidak pernah merokok sama sekali sebelumnya.

Reaksi-Reaksi yang Normal Setelah Berhenti Merokok

1. Susah untuk memusatkan perhatian atau rasa mabuk karena otak perlu menyesuaikan diri kepada oksigen yang lebih.
2. Mengalami batuk dan hidung beringus, hal ini disebabkan karena paru-paru mencoba menghilangkan semua kotoran dan kuman yang terkumpul semasa merokok.
3. Keinginan yang kuat untuk merokok selama satu atau dua minggu selama tubuh mencoba menghilangkan nikotin.
4. Rasa bergetar di tangan dan kaki apabila darah mulai mengalir seperti biasa.

Tidak semua orang mengalami gejala-gejala ini, tetapi hal ini dapat hilang dalam satu atau dua minggu dan itu adalah tanda-tanda bahwa keadaan tubuh mulai membaik.

Upaya Untuk Mengatasi Keinginan Merokok

Terdapat beberapa upaya untuk mengatasi keinginan merokok. Beberapa diantaranya:

1. Berhenti Secara Mendadak – Seorang perokok berhenti merokok sepenuhnya pada saat tertentu. Cara ini adalah yang paling banyak dijalani. Kebanyakan bekas perokok berhenti melalui cara ini.
2. Cara Menunda Secara Perlahan – Cara ini mengajak Anda menunda masa Anda menghisap batang rokok yang pertama sehingga Anda dapat bertahan satu hari tanpa rokok. Atau Anda bisa menunda menyalakan batang rokok beberapa menit sehingga Anda bisa bertahan tanpa rokok sepenuhnya setiap kali Anda ingin merokok.
3. Cara Mengurangi – Cara ini adalah dengan mengurangi bilangan rokok yang dihisap setiap hari sehingga Anda tidak merokok sama sekali. Anda juga bisa mengurangi separuh dari satu batang rokok setiap kali Anda merokok.
4. Terapi Penggantian Nikotin – Tempelan nikotin bisa menolong mengurangi gejala ketagihan yang Anda alami apabila Anda berhenti secara mendadak. Nikotin dalam tempelan menembus kulit ke dalam tubuh Anda untuk mengurangi keinginan merokok. Ini menolong Anda menghadapi kebiasaan merokok dan ketergantungan psikologi. Tanyakan kepada dokter Anda untuk keterangan lebih lanjut.

Terdapat beberapa cara lain yang lebih sederhana untuk dapat berhenti dari kebiasaan yang merugikan kesehatan dan ekonomi ini. Diantaranya adalah

1. Minta anggota keluarga dan rekan-rekan Anda supaya mendukung dan mengingatkan Anda.
2. Jauhi orang-orang, tempat dan keadaan yang dapat membuat Anda tertarik untuk merokok sekurang-kurangnya pada minggu-minggu pertama setelah berhenti.
3. Hindari keinginan merokok dengan membuang semua rokok-rokok, pemetik api, dan abu rokok.
4. Cari sesuatu yang menarik untuk dilakukan pada saat-saat Anda merasa ingin merokok. Biarkan diri Anda senantiasa sibuk dan aktif dengan melakukan hobi baru.
5. Kunyahlah makanan kecil atau makanan ringan yang menyehatkan (seperti sayuran dan buah-buahan) dan lebih banyak minum.
6. Berolahragalah selalu. Bersenam yang dapat melegakan pernafasan dan Anda merasa lebih bertenaga.
7. Jika Anda merasa kaku karena tidak memegang rokok di tangan Anda, gunakan benda-benda lain seperti pensil, klip kertas, uang koin atau pengorek gigi.
8. Hadiahkan diri Anda sendiri setiap minggu atau setiap bulan setelah berhasil menghindari kebiasaan merokok. Gunakan uang yang biasa digunakan untuk membeli rokok dialihkan untuk membeli sesuatu yang benar-benar Anda inginkan. (fn/vs/se) www.suaramedia.com

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar