02 Agustus 2011

Rencana Spesial Ramadhan buat Masjidil Haram

Sebuah rencana komprehensif sedang digodok dalam rangka melayani para pengunjung berjumlah besar yang datang ke Masjidil Haram di Makkah dan Masjid Nabawi di Madinah, papar seorang pejabat Urusan Dua Masjid Suci.

“Program spesial untuk Masjidil Haram, yang akan diberlakukan mulai tanggal 1 Agustus hingga 13 September, dibuat untuk memudahkan pengunjung dan peziarah agar mereka dapat beribadah di Masjidil Haram dengan tenang dan aman,” terang Al-Khozaim, Wakil Presiden Jawatan Urusan Dua Masjid Suci tersebut kepada Arab News.

Sejumlah departemen khusus yang mengurusi suplai air Zam-zam, kebersihan, karpet-karpet, kursi roda, pintu gerbang dan pelataran dipersiapkan untuk melayani para peziarah, jelas Khozaim.

Air Zam-zam dingin akan disediakan di banyak lokasi bagi siapa saja yang kehausan.

“Tahun ini ada 160 keran air tambahan yang dipasang di mataf (area tawaf) dan di dalam masjid. Layanan lainnya mencakup memasang lebih banyak peta penunjuk jalan untuk membantu peziarah menentukan posisi mereka, alat penyemprot air di enam lokasi di sebelah selatan pelataran Masjidil Haram, papan pemberitahuan dalam beberapa bahasa pada gang-gang di mana dilarang duduk di sana, dan beberapa water dispenser juga disediakan,” papar Khozaim panjang lebar.

"Juga disediakan lebih banyak kursi roda untuk membantu peziarah yang menderita cacat," ia menambahkan.

Para petugas keamanan di pintu gerbang tidak akan mengizinkan pengunjung membawa makanan ke dalam masjid. Sedangkan para petugas kebersihan selepas buka puasa akan segera membersihkan sampah-sampah dari pelataran masjid dan mempersiapkan tempat untuk shalat Isya.

Sementara itu, bagian maintenance akan memastikan lampu-lampu penerangan, air conditioner (AC), eskalator dan telepon di bagian dalam maupun luar masjid dapat berfungsi dengan baik.

Perpustakaan Masjidil Haram, yang berisi manuskrip-manuskrip dan buku-buku langka, akan menerima pengunjung dalam dua shift, pagi dan sore hari. Para pengunjung juga diizinkan untuk mengunjungi pabrik pembuatan kiswah (penutup Ka’bah berwarna hitam).

Sekitar 5000 orang telah dikerahkan untuk melayani pengunjung demi suksesnya pelaksanaan program spesial Ramadhan tersebut. Beberapa dari mereka adalah tenaga kerja musiman.

Departemen Urusan Dua Masjid Suci telah memberikan pelatihan khusus kepada lebih dari empat ratus pekerja, yang meliputi kemampuan supervisi dan komunikasi dalam beberapa bahasa.

Para supervisor, selain bertugas mengecek kelancaran pekerjaan dan ketekunan para pekerja, mereka juga akan mengambil langkah-langkah segera demi meningkatkan pelayanan. Sedangkan bagian operasional bertugas menerima laporan-laporan darurat dan akan segera mengambil tindakan.

Juga telah disediakan satuan pengamanan khusus untuk mencegah orang-orang duduk di gang-gang dan mengatur antrian di pintu gerbang.

Para petugas keamanan juga berurusan dengan para pendorong kereta dan calo ilegal yang biasanya mendominasi tempat duduk di bagian depan.

Anak-anak Pramuka akan memandu para peziarah yang tersesat sedangkan berbagai majlis ta’lim dan talaqqi yang membahas beragam topik keislaman diadakan di beberapa titik berbeda dari Masjidil Haram.

Petugas SAR akan bekerja sama dengan Bulan Sabit Merah dan Pertahanan Sipil untuk memberikan pertolongan pertama bila terjadi kecelakaan. Tim SAR tersebut berisi para pekerja yang menguasai banyak bahasa.

Para pengunjung dan peziarah diminta untuk menghormati kesakralan Masjidil Haram. Mereka dilarang tidur atau membawa makanan atau barang bawaan ke Masjidil Haram dan juga dilarang mencuci di lokasi-lokasi yang diperuntukkan untuk meminum air Zam-zam. Mereka juga diminta untuk tidak membuang sampah dan menanggalkan sepatu di sembarang tempat.*/Zahra (voai)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar