22 Juli 2010

Subhanallah! Penulis Yahudi Terkemuka Masuk Islam


Penulis Yahudi terkemuka berkebangsaan Jerman, Henryk Broder mengumumkan masuk Islam, setelah serangkaian panjang tulisan-tulisannya yang sangat memusuhi Islam dan kaum Muslim.

Surat kabar “Palestina Online” menyebutkan bahwa Henryk Broder adalah seorang veteran jurnalis majalah yang begitu populer Jerman, Der Spiegel, serta penulis buku best seller di Jerman pada tahun 2007, berjudul “Hei Eropa …. Anda menyerah”. Sehingga ia dianugerahi sebagai penulis terbaik jerman pada tahun itu.

Diantara perkataannya yang terkenal sebelum ia masuk Islam: “Saya tidak ingin Eropa menyerah kepada kaum Muslim”. Paekataan itu disampaikan ketika Menteri Kehakiman Jerman mengatakan bahwa “Bisa saja syariat Islam adalah dasar perundang-undangan…. Eropa harus menerima kenyataan ini. Islam menjadi ideologi yang terkait dengan permusuhan terhadap gaya hidup modern Barat. Saya menyarankan kaum muda Eropa agar bermigrasi. Eropa sekarang tidak akan tetap seperti ini setelah lebih dari dua puluh tahun…. Eropa akan beralih ke Islam secara demografis…. Kami memberikan persetujuan secara aneh dalam menanggapi tindakan kelompok fundamentalis Islam.”

Henryk Broder (61 tahun) pada saat mengumumkan bahwa dirinya masuk Islam berteriak dengan keras, untuk menegaskan keyakinannya, “Ayo dengarkan bahwa saya benar-benar telah masuk Islam!”

Broder mengumumkan masuk Islam setelah mengalami konflik internal yang begitu mengganggu dalam dirinya selama bertahun-tahun. Pengumuman itu dilakukan dalam sebuah diskusi dengan imam masjid Ridha di Nyukuln. Di mana ia menjelaskan bahwa akhirnya ia a merasa lega dapat menyingkirkan penindasan kebenaran yang dilakukannya terhadap anggota badannya.

Kembali Pada Agama Fitrah

Dalam mengomentari pertanyaan tentang mengapa ia meningalkan agamanya (Yahudi), maka Broder berkata bahwa ia tidak meninggalkan agama melainkan kembali kepada Islam, yaitu kepada agama fitrah yang dibawa setiap manusia sejak lahir.

Penulis Jerman ini mengucapkan dua kalimat syahadat di depan dua orang saksi, dan kemudian mengubah namanya menjadi Henry Muhammad Broder. Setelah itu ia berkata dengan bangga: “Aku sekarang menjadi anggota dari sebuah umat yang berjumlah 1,3 juta orang di dunia, yang dihina terus-menerus, dan mereka pun bereaksi atas penghinaan itu. Sungguh aku senang bisa kembali ke rumah di mana aku dilahirkan.”

Masuk Islamnya sang penulis, yang sebelumnya selalu menyerang akidah Islam dan perbuatan kaum Muslim dalam menjalankan agamanya ini disambut kaum Muslim. Sebab ia yang telah meneriman penghargaan sastra ini akan menolak memberikan legalitas terhadap para pembela pola pikir anti-semitisme di antara orang-orang Yahudi sendiri (almokhtsar.com, 20/7/2010, hti).

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar