24 Agustus 2010

Terlalu Mengabaikan Rasa Kantuk, Jutaan Pengemudi Terancam

Penelitian menunjukkan kalau kelelahan ternyata menjadi salah satu penyebab utama kecelakaan. Karena kelelahan, pengemudi sering kali kehilangan kontrol terhadap mobilnya yang akhirnya menyebabkan kecelakaan.

Penelitian yang dilakukan oleh perusahaan asuransi dan organisasi keselamatan di Inggris, seperti detikOto kutip dari The Telegraph, Selasa (24/8/2010) menunjukkan kalau satu dari lima kecelakaan fatal disebabkan karena pengemudi yang lelah.

Namun angka itu diperkirakan jauh lebih tinggi. Karena sulit menentukan apakah pengemudi tertidur atau tidak ketika terjadi kecelakaan. Apalagi bila itu menyebabkan korban jiwa.

Survei tersebut juga memberikan solusi agar para pengemudi beristirahat setiap dua jam sekali ketika mereka melakukan perjalanan panjang, meskipun hampir tiga perempat responden gagal melakukan hal ini.

Jika pengendara merasa lelah saat mengemudi mereka harus berhenti di suatu tempat yang aman sesegera mungkin, minum minuman berkafein dan tidur singkat. Atau bila perlu mereka harus mencari tempat untuk bermalam.

Namun tetap saja para pengendara membandel. Menurut 800 pengemudi yang disurvei, mereka memiliki obat ngantuk sendiri yang populer yakni membuka jendela, mendengarkan musik atau menciprati muka mereka dengan air.

"Hal ini mengerikan bagaimana pengemudi puas dengan keadaan ini. Padahal hanya perlu beberapa detik tidur untuk menyebabkan kecelakaan fatal, namun jutaan pengemudi secara teratur kedapatan kelelahan di belakang kemudi, dan sebagian besar tidak tahu bagaimana menghadapi kantuk di perjalanan panjang," ujar Ellen Booth yang menjadi juru kampanye sebuah organisasi keselamatan.

"Kita semua tahu saat kita merasa mengantuk. Berpikir bahwa kita bisa melawan tidur, terutama menggunakan metode 'lain', adalah kesalahan yang bisa merugikan hidup Anda atau orang lain," tutupnya.

( syu / ddn / dtk )

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar