14 Juni 2010

Ariel dan Dunia Selebritis yang Serba Bebas

INDONESIA heboh oleh tayangan video porno selebritis yang beredar di internet. Tak tanggung-tanggung, media nasional selevel TV One dan Metro TV yang biasanya ogah banget menyiarkan berita gossip, saat ini jadi terlihat tak ada bedanya dengan saluran lain. Memang sih, alasannya bukan membahas sisi pribadi pelakunya, tapi lebih diarahkan ke ranah hukumnya saja.






Hmm…apa pun dalihnya, tetap saja berita video porno selebritis mampu menyihir massa sehingga lupa pada permasalahan besar lainnya. Sri Mulyani yang diselamatkan Bank Dunia setelah membuat karut marut perekonomian negeri, kasus Bank Century, makelar kasus yang tak tuntas-tuntas, dan lain sebagainya. Apa pun motif di balik beredarnya tayangan mesum ini, membuktikan satu hal yang jelas bahwa dunia selebritis memang akrab dengan gaul bebas.

Tak hendak ikut-ikutan latah membahas masalah Ariel-Luna Maya, Ariel-Cut Tari, tapi bahasan kali ini akan menyoroti sudut lain dengan cerdas.

Jangan jadi seleb

Memang benar judul salah satu buku remaja yang memberi warning agar jangan sampai tergoda jadi seleb alias selebritis. Memang sih, dunia ini penuh dengan kegemerlapan yang membuat manusia silau. Karena silau, seringkali apa yang dilihat mata tidak sesuai dengan kenyataan. Misalnya saja mata melihat betapa selalu tampil cantik dan tampan para selebritis itu. Padahal faktanya, make up tebal-lah yang membuat mereka terlihat cantik dan tampan di depan kamera. Coba saja sesekali mereka berani tampil di depan umum apa adanya tanpa polesan, dijamin tak ada bedanya dengan orang-orang lainnya.

Itu dari satu segi. Dari segi yang lain, banyak hal yang membuat manusia silau dan lupa bahwa di balik semua gebyar itu kemaksiatan merajalela. Bagaimana tidak bila untuk meraih semua ketenaran itu, tak jarang mereka harus menggadaikan harga dirinya agar karier mulus melaju. Sudah tak terhitung berapa banyak artis pemula yang harus melewati fase ini bila ingin eksis di dunia selebritis. Oke, itu bagi pemula. Lalu bagaimana dengan yang sudah eksis dan bahkan menjadi public figure yang sudah terkenal?

Sama saja, sebelas dua belas alias tak jauh beda. Yang namanya maksiat itu mempunyai efek nagih atau addicted. Sekalinya mencoba berbuat maksiat, maka sensasi itu akan membikin ketagihan dan ingin mengulang terus. Perhatikan saja ketika seorang selebritis tenar tiba-tiba namanya hilang ditelan oleh nama-nama pendatang baru. Walhasil, selebritis tersebut akan putar otak bagaimana untuk menaikkan rating dirinya agar mendapat tempat lagi di hati khalayak meskipun itu harus ditempuh dengan menghalalkan berbagai cara.

…itulah kehidupan selebritis yang sebenarnya, serba bebas dan tak ada nilai yang bisa menjerat mereka…

Bila pun yang sudah terkenal sehingga tak perlu lagi bikin skandal agar diperhatikan media, ada-ada saja tingkahnya sebagaimana yang terjadi pada Ariel-Luna Maya. Karena sejatinya itulah kehidupan selebritis yang sebenarnya, serba bebas dan tak ada nilai yang bisa menjerat mereka. Paling pol ranah hukum positif Indonesia yang masih rancu apakah akan memidanakan pelaku ataukah tidak. Lucunya, semua malah sibuk mengejar dan mengidentifikasi pelaku penyebaran video mesum ini.

Itu antara Ariel-Luna Maya yang masih single dalam status. Sedangkan Cut Tari yang jelas-jelas sudah bersuami saja kejadian video perzinaan semacam ini ternyata ada kok. Terlepas dari dalih apa pun yang dibuat oleh yang bersangkutan, para pakar telematika mengakui bahwa semua video ini asli dan bukan rekayasa. Kita bisa melihat bahwa si suami dari Cut Tari juga nyantai saja menyikapi video mesum istrinya dengan Ariel yang dipelesetkan oleh kalangan Facebook menjadi Ariel ‘Peterporn’.

Menyikapi beredarnya video mesum

Kamu sekarang jadi tahu gimana kehidupan para selebritis itu. Beredarnya video porno mereka sebetulnya tidak lagi menjadi sesuatu yang mengejutkan. Kehidupan mereka yang serba bebas membuka peluang apa saja bisa terjadi termasuk melakukan perzinaan. Kamu sebagai remaja cerdas tak perlu ikut hanyut dalam berita murahan semacam ini. Tak perlu juga ikut-ikutan penasaran dengan mencari tahu videonya, misalnya. Cukup membaca beritanya saja sudah memberi informasi bahwa begitulah memang kehidupan para selebritis itu. Nothing special.

…sebagai remaja cerdas kamu tak perlu ikut hanyut dalam berita murahan ‘Ariel’ ini. Tak perlu juga ikut-ikutan penasaran dengan mencari videonya. Cukup membaca beritanya saja sudah memberi informasi bahwa begitulah memang kehidupan para selebritis itu. Nothing special…

Bila kamu kritis, ada yang aneh sebetulnya dengan momen hebohnya video porno Ariel-Luna Maya ini. Coba saja kamu amati. Saat ini masyarakat Indonesia disibukkan dengan banyak kasus politik semisal hengkangnya Sri Mulyani ke Amerika setelah memorakporandakan ekonomi Indonesia, pembongkaran makelar kasus oleh Susno Duaji yang malah menjadi boomerang bagi dirinya sendiri, dan kasus Bank Century yang berlarut-larut dan melibatkan para pemimpin negeri ini. Belum lagi tingkah polah DPR yang meminta uang tunjangan aspirasi sebanyak 15 milyar per orang dan per tahun menjadi tenggelam dengan munculnya video porno Ariel-Luna Maya dan Cut Tari ini.

Ada apakah di balik ini semua? Selalu ada asap bila ada api. Begitu juga ada sesuatu di balik hebohnya video mesum ini sampai-sampai media politik baik cetak maupun elektronik ikut membahasnya. Sebegitu pentingkah video mesum Ariel-Luna Maya dan Cut Tari ini?

Apa pun yang ada di balik ini semua, tetap jadilah remaja muslim yang cerdas. Yang mempunyai sikap dan tak sekadar ikut-ikutan. Tetap menjadi sosok yang sadar dan waspada di saat semua orang menjadi lengah dan heboh. Sikapi semua masalah dengan timbangan syariat dan jaga sikap kritis kamu sebagai generasi muda. Jangan malah terseret arus dan ikut menggosipkan selebritis itu. Sama sekali berita tak penting!

Ambil saja poin-poin tertentu untuk semakin membuat masyarakat melek dan paham Islam. Misalnya saja tentang perzinaan yang menjadi titik utama video mesum tersebut. Jelaskan pada masyarakat dan teman-temanmu bagaimana Islam menyikapi hal tersebut. Mulai dari penjagaan Islam terhadap hubungan lawan jenis, larangan khalwat (berdua-duaan tanpa non mahrom), menutup aurat, adanya rasa malu, hingga sanksi apabila perzinaan sampai terjadi.

Sadarkan juga bahwa dunia selebritis sangat dekat dengan kehidupan maksiat semisal apa yang ada di video. Itu yang ketahuan, yang nggak ketahuan berapa banyak dan seberapa bejat? Belum lagi rasa malu dan hilangnya harga diri yang tak bisa ditebus dengan uang seberapa pun banyaknya. Nikmat sesaat tapi membawa sengsara di dunia dan akhirat yang tak tertanggungkan. Naudzubillah.

Cari akar masalah

Masalah tak muncul dengan sendirinya. Masalah ada seringkali karena adanya sesuatu yang merangsang masalah ini muncul. Video mesum Ariel-Luna Maya hanyalah sekelumit dari masalah negeri ini yang terus dirundung masalah demi masalah. Lalu, apa yang salah?

Sesuatu menjadi salah ketika ia tidak berjalan di atas kebenaran. Sesuatu menjadi bermasalah ketika ia tak nurut pada Yang Mahatahu sebagai penyelesai masalah. Penyelesai masalah ini adalah dengan menggunakan aturan dari Allah, Sang Mahapencipta dan pengatur kehidupan. Bila ada manusia yang tidak mau diatur oleh Sang Mahapengatur ini, maka jangan mengeluh bila akhirnya jalan yang ditempuhnya ini salah.

Hilangnya rasa malu karena tercerabutnya iman dalam diri adalah factor pendukung ketika masalah demi masalah muncul. Rasa malu yang telah hilang ini tidak hanya milik individu dalam hal ini Ariel-Luna Maya dan Cut Tari sebagai pelaku video mesum (bila benar mereka pelakunya) tapi juga telah hilang dari dalam diri masyarakat dan segenap jajaran pejabat negeri.

…Sikap bebas selebritis dan mayoritas penduduk negeri ini adalah akibat dari bebasnya aturan yang diberlakukan…

Sikap bebas selebritis dan mayoritas penduduk negeri ini adalah akibat dari bebasnya aturan yang diberlakukan. UU anti pornografi dan pornoaksi dijegal oleh banyak kalangan dan pasal-pasalnya dirubah agar tidak lagi terlalu mengatur perilaku warga. Kebebasan media dan jurnalistik diartikan sebagai bebasnya upaya untuk menerbitkan majalah beradegan syur dan mengumbar aurat perempuan. Dan masih banyak lagi aturan-aturan yang semuanya itu semakin melegalkan gaul bebas ini.

Akhirnya, selemah-lemahnya iman adalah mengingkari dan tidak menyetujui adanya kemaksiatan yang merajalela di depan kita. Tapi apakah kita mau punya iman selemah ini? Masih ada yang bisa kita lakukan untuk merubah kemaksiatan yaitu dengan lisan dan tulisan kita. Gunakan mulut yang dikaruniakan Allah untuk menyeru pada kebaikan dan mencegah dari kemungkaran. Gunakan jari-jemari yang sehat ini untuk menuliskan kebenaran meskipun satu ayat. Karena sungguh, ada saatnya nanti ketika semua anggota tubuh yang dititipkan pada kita ini dimintai pertanggungjawaban untuk apa digunakan di dunia.

Finally, apa pun kondisi dan situasi yang berkembang di masyarakat, tetaplah menjadi sosok remaja muslim yang cerdas dan kritis. Jati dirimu sebagai seorang muslim atau muslimah harus terus dijaga. So, keep smart selalu ya. Tetap semangat! ^_^ (voai)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar