14 Juni 2010

Heboh video mirip ariel luna dan dampaknya pada anak

Assalamu Alaikum wr... wb...

semoga senantiasa kita semua dilimpahi berkat rahmad hidayah dan inayah Allah SWT.

Massya Allah... sebuah fenomena apa ini... yang terjadi adalah para ibu sibuk memikirkan & mbicarakan ariel, luna maya, cut tari & lain-lainnya. sampai (semoga tidak) lupa mengingatkan anaknya untuk makan, mandi, belajar bahkan sholat dan mengaji. smua media sibuk mencari gambar mereka dan mengikuti jejak ARTIS ITU tiap detik. bahkan paris hilton pun penasaran..
masya Allah, fenomena ini membuatku ingin bertanya :

apa yang seharusnya (riil dan konkrit) bagi orang tua lakukan untuk membentengi anak-anak yang seharusnya belajar mengaji dan sains. karena anak-anak ini telah terjebak dalam video ini. sungguh menyesatkan....

terimakasih, jazakumullah...

Wassalamu Alaikum Wr... Wb...

faiz fakhruddin



Jawaban

Wa'alaikumusalam wr wb Bapak faiz

Terimakasih untuk pertanyaannya. Semoga uraian kami berikut bermanfaat. Dampak pornografi sebenarnya sudah pernah kami bahas pada konsultasi sebelumnya tapi karena isyu ini hangat lagi (lewat video yang diduga ariel luna) maka saya coba menguraikannya lagi dari pespekstif yang berbeda.

Saya yakin siapapun pasti miris prihatin dan sedih lihat berita beberapa minggu belakangan ini karena gak hanya pelakunya yang kena dampak tapi anak2 juga. Coba dech lihat berapa banyak anak yang lalu dicurigai, diintervensi, digeledah oleh pihak berwajib. Datang kesekolah saja sudah melanggar hak anak apalagi ini sampai masuk kearea privasi membongkar tas dan HP..wahhhh kok baru sekarang ya hebohnya padahal jauh sebelum video yang diduga ariel luna pun sebenarnya udah banyak tayangan pornografi yang beredar. Sekedar informasi saja dalam seminggu ada 4000 tayangan pornografi yang diupload diinternet dan ponsel…

Serem ya…padahal menurut ibu Elly risman pornografi lebih bahaya dari narkoba..!!! waowww….!!! Saat membaca tulisan Ibu Elly Risman mengenai dampak tayangan pornografi pada otak anak, mata saya langsung terbelalak. Bagaimana tidak pada tulisan itu disebutkan jika narkoba dapat merusak 3 syaraf otak anak maka tayangan pornografi dapat merusak 5 syaraf otak anak yaitu: (1) Bagian depan otak yang mengatur gerak dan perilaku akan menyusut. Bisa berpengaruh pada berkurangnya rasa tanggung jawab, (2) Neuron transmitter, yakni bagian otak yang mengontrol pada kesenangan, bekerja berlebihan. Pada saat dewasa mereka akan berperilaku hanya berdasarkan kesenangan saja, sehingga tidak dapat mengontrol dirinya, (3) Ketidakmampuan mengontrol batasan perilaku, akibatnya kecendrungan untuk mudah depresi lebih besar, (4) Saat dewasa anak-anak yang biasa menyaksikan pornografi hanya memandang wanita sebagai objek seksual saja (5) Ada kemungkinan melakukan kekerasan seksual dan phedophilia.

Pada usia ini, otak depan seorang anak belum berkembang dengan baik. Sedangkan otak depan adalah pusat untuk melakukan penilaian, perencanaan dan menjadi eksekutif yang akan memerintahkan tubuh untuk melakukan sesuatu. Pada otak belakang merupakan pendukung dari otak depan. Di sini juga dihasilkan dopamin, yaitu hormon yang menghasilkan perasaan nyaman, rileks atau fly pada seseorang. Seorang anak yang kecanduan akan sulit menghentikan kebiasaannya sehingga dia akan melakukan hal tersebut berulang kali. Anak dapat merasa bersalah tetapi tidak berani mengutarakan perasaannya kepada orang-tuanya karena takut atau kesibukan ayah dan ibunya. Dalam keadaan cemas, otak berputar 2,5 kali lebih cepat dari putaran biasa pada saat normal. Akibat perputaran yang terlalu cepat ini, otak seorang anak dapat menciut secara fisik sehingga otak tidak berkembang dengan baik. Suatu keadaan yang dapat merusak masa depan seorang anak. Selain itu, gambar-gambar cabul yang ada di situs web porno, biasanya akan melekat dan sulit untuk dihilangkan dalam pikiran anak dalam jangka waktu yang cukup lama. Tidak hanya sampai distu, dampak negatif lain pun bisa diterima anak antara lain seperti pelecehan seksual, penyimpangan seksual, sulit konsentrasi, tidak percaya diri, menarik diri, meniru dan sebagainya.

Lalu apa yang bisa dilakukan orang tua dan kita sebagai pendidik ????

Dampingi anak saat nonton dan lakukan gerakan melek media”. kontrol media baik itu internet, TV, radio, majalah harus ada ditangan kita. Kalau di negara lain media boleh lebih cerdas dari penonton, pemirsa atau penikmat maka di negara kita, kita yang harus lebih cerdas dari media. Saya percaya tidak ada yang tidak mungkin jika Allah berkehendak maka walaupun ada yang bilang ini mission imposible karena dalam seminggu saja ada 4000 tayangan pornografi yang di upload melalui internet dan telepon genggam dan tidak bisa dibendung, tapi kita tetap harus berjuang dengan pikiran untuk melawan dampak dari tayangan pornografi. Saya percaya jika isyu ini disuarakan terus menerus maka hal kecil bisa jadi suatu gerakan yang besar ( kami dari warnaislam pernah menggalang 1 juta dukungan untuk negara segera mensahkan RUU pornografi ). Yuk kita bersama-sama melihat lebih dekat lagi, mengenal jauh ke dalam diri. Karena ternyata banyak hal yang telah membuat mata kita tertutup, menafikan kenyataan bahwa media khususnya televisi dan internet adalah ancaman serius bagi anak-anak, anak-anak yang setiap saat bisa menatap bebas dengan mata telanjang setiap inchi momen yang belum pantas mereka konsumsi. Televisi dan internet, adalah sebuah jendela yang membuat kita bisa menengok berbagai kejadian di berbagai sudut dunia, lalu perlukah kita sebagai orang tua memasang tirai yang bisa setiap saat membuka dan menutup rapat jendela itu ? tentu tidak. Mari kita sama-sama “melek media”, memercikkan pencerahan kepada dunia, mewujudkan tindakan nyata, bagi perlindungan terhadap anak dan masa depannya.

Demikian Pak uraian dari kami semoga bermanfaat.

Wassalamu’alaikum wr wb

Litha (wi)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar