31 Agustus 2010

Berhubungan Suami-Istri di Siang Hari Ramadhan


Assalamualaikum. sy aman dri pontianak. Saya mau tanya apa hukum puasa jika kita hubungan suami-istri di siang hari? (+62852454XXX)

Jawab:

Waslm. Wr. Wb.

Jima’ alias hubungan seksual suami istri adalah haram dilakukan saat shaum karena merupakan perkara yang membatalkan shaum. Pelaku jima’ saat shaum selain telah melanggar perbuatan yang diharamkan juga harus melakukan tebusan (اَلْكَفَّارَةُ) yang pilihannya adalah membebaskan/ memerdekakan seorang hamba sahaya, atau wajib shaum dua bulan berturut-turut di luar qadla shaum saat berjima di siang hari tersebut dilakukan atau memberikan makanan kepada enam puluh orang miskin. Inilah yang ditunjukkan oleh hadits berikut :

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ جَاءَ رَجُلٌ إِلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ هَلَكْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ قَالَ وَمَا أَهْلَكَكَ قَالَ وَقَعْتُ عَلَى امْرَأَتِي فِي رَمَضَانَ قَالَ هَلْ تَجِدُ مَا تُعْتِقُ رَقَبَةً قَالَ لَا قَالَ فَهَلْ تَسْتَطِيعُ أَنْ تَصُومَ شَهْرَيْنِ مُتَتَابِعَيْنِ قَالَ لَا قَالَ فَهَلْ تَجِدُ مَا تُطْعِمُ سِتِّينَ مِسْكِينًا قَالَ لَا قَالَ ثُمَّ جَلَسَ فَأُتِيَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِعَرَقٍ فِيهِ تَمْرٌ فَقَالَ تَصَدَّقْ بِهَذَا قَالَ أَفْقَرَ مِنَّا فَمَا بَيْنَ لَابَتَيْهَا أَهْلُ بَيْتٍ أَحْوَجُ إِلَيْهِ مِنَّا فَضَحِكَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ حَتَّى بَدَتْ أَنْيَابُهُ ثُمَّ قَالَ اذْهَبْ فَأَطْعِمْهُ أَهْلَكَ (رواه مسلم

Dari Abi Hurairah ra berkata telah datang seorang pria menemui Nabi saw lalu berkata : wahai Rasulullah saw, binasa saya. Beliau menjawab : memangnya apa yang telah membinasakan kamu? Dia menjawab : saya telah berjima dengan istri saya saat shaum Ramadlan. Beliau berkata : apakah kamu mampu memerdekakan seorang hamba sahaya? Dia menjawab : tidak! Beliau berkata :apakah kamu sanggup shaum dua bulan berturut-turut? Dia menjawab : tidak! Beliau berkata : apakah kamu memiliki makanan untuk diberikan kepada enam puluh orang miskin? Dia menjawab : tidak! Orang itu pun kemudian duduk dan saat itulah diberikan kepada Nabi saw satu wadah besar kurma, maka beliau pun berkata : shadaqahlah kamu dengan ini! Orang itu pun berkata lagi : kami adalah orang yang paling faqir sehingga tidak ada penghuni rumah mana pun yang lebih membutuhkannya daripada kami sendiri. Maka Nabi saw pun tertawa hingga tampak jelas gusi beliau kemudian beliau berkata : jika begitu, pergilah dan beri makanlah keluargamu dengan itu!

[Ust. Ir. Abdul Halim/min]

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar