31 Agustus 2010

Hati-Hati Belanja Daging Segar

Makin mendekati hari H Lebaran, harga daging sapi merangkak naik. Kasus pencampuran daging sapi dengan daging hewan lain marak di beberapa daerah. Juga penjualan daging ilegal dan daging busuk masih banyak di pasar. Cermati hal-hal berikut saat belanja daging segar!

Harga daging sapi di pasaran mulai merangkak naik dan minggu ini diprediksi akan mencapai puncaknya. Harga daging sapi per kilogram berkisar Rp. 65.000,00 – Rp. 85.000.00 di pasar tradisional. Karena itu tak heran jika banyak daging sapi dicampur dengan daging babi dan daging kera seperti di Jember, Jawa Timur. Juga penjualan daging setengah busuk dan busuk mulai banyak.

Beberapa hal berikut ini perlu Anda cermati saat berbelanja daging sapi berikut jeroannya:

Jangan tergiur harga murah: Di hari-hari biasa harga daging sapi memang relatif tinggi, apalagi menjelang Lebaran. Karena itu waspadalah dengan tawaran harga daging yang murah atau lebih murah dari hari biasa. Karena ada kemungkinan daging sapi tersebut tidak layak konsumsi atau illegal (diimpor secara illegal) sehingga kualitasnya tidak bisa dipertanggungjawabkan.

Penjual terpercaya: Agar tidak mudah tertipu belilah daging sapi pada penjual terpercaya langganan Anda di pasar tradisional yang sudah Anda ketahui kualitasnya. Atau belilah di pasar swalayan besar yang memiliki gerai daging segar terpercaya.

Cermati informasi: Di pasar swalayan biasanya tercantum merk dan asal daging sapi. Cobalah cermati produk daging sapi segar tersebut. Jika ada, carilah daging sapi lokal dan impor yang sudah bersertifikasi halal dari LPPOM MUI. Stempel halal ini menjamin daging sapi bermutu bagus dan dipotong sesuai aturan agama Islam. Banyak produk daging Australia dan Eropa yang sudah bersertifikat halal.

Beku dan segar: Daging segar yang dijual di pasar berasal dari sapi yang dipotong dari RPH bersertifikat. Biasanya dipotong pagi dan langsung dijual di pasar. Ada juga daging sapi impor dalam bentuk beku atau sudah dilayukan. Pilihlah daging yang masih merah terang warnanya serta seratnya bagus. Jika ditekan tidak mengeluarkan air, aromanya khas daging, tidak ada bercak dan warna kehitaman dan aroma busuk.

Beli secukupnya: Agar tidak boros, pilihlah dan beli daging sapi sesuai keperluan. Jika akan membuat rendang, pilihlah bagian paha atas, untuk semur pilihlah bagian brisket, atau iga untuk sup, tetelan dan sandung lamir untuk sup dan rawon serta has sapi untuk steak. Karena tiap bagian daging sapi harganya berbeda. Dengan cara ini Anda bisa mengolah daging dengan benar dan harganya pun sesuai. Jangan memborong daging dan jeroan, lebih baik beli secukupnya dan olah segera agar rasanya tetap gurih enak.

( eka / Odi / dtk)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar