22 Agustus 2010

Manet, Jualan dari Garasi, Untungnya Bukan Basa-Basi

Manet adalah salah satu produk busana muslim teratas di Indonesia. Pemiliknya, Badroni Yuzirman, juga merupakan pendiri Komunitas Tangan Di Atas (TDA) yang mampu menggerakkan para pengusaha muslim untuk bangkit dan mewarnai Indonesia. Bagaimana cerita di balik kesuksesannya membangun bisnis?

Keluar dari Tanah Abang, Buka di Garasi
Pasar Tanah Abang masih jadi pusat daya tarik para shopaholic, dari sanalah sesungguhnya kekuatan ekonomi Indonesia. Saking dahsyatnya pengaruh Tanah Abang, konon, banyak tokoh nasional yang 'mampir' ke sana untuk nyuwun restu alias dimuluskan dalam pemilu, khususnya dalam hal pendanaan. Roni, panggilan akrab Badroni, juga pernah menjadi bagian dari Tanah Abang dengan membuka gerai Manet di sana pada 2002. September 2003, Roni juga mencoba peruntungan dengan memasarkan produknya lewat internet. Ternyata, responnya luar biasa. Usaha pakaian muslimnya melesat bahkan melebihi bisnis interior yang lebih dulu didirikannya. Namun, musibah datang. Persaingan harga, mismanajemen, dan kebakaran yang melanda Tanah Abang jadi momok yang menakutkan sebagian penjual. Karena kondisi tersebut, Roni memilih untuk menutup toko di Tanah Abang pada Maret 2004 dan mulai berjualan di garasi rumah.

Blessing in disguise, itulah yang dirasakan Roni saat usaha yang dilakoninya harus mulai dari nol setelah keluar dari Tanah Abang. Tanpa dibantu karyawan, Roni merajut kembali ikhtiar bisnisnya dari garasi rumahnya di Kemandoran. Ternyata, ungkapan ada kemudahan di balik kesulitan benar adanya dan Roni pun merasakan hal tersebut. Usahanya mulai bangkit, tak hanya dari segi finansial yang didapat Roni, tapi juga pengalaman jatuh bangun yang memperkaya jiwa wirausaha Roni. Hal itulah yang mendesaknya membagi pengalaman lewat blog sehingga mengantarkannya menjadi salah satu founding fathers Komunitas Tangan Di Atas (TDA) pada Juni 2006.

Roni dan istri beserta kedua putranya, Vito dan Vino

Marketing, Itu Intinya!
Kesuksesan sejatinya diraih dengan kerja keras, begitu pula Roni menjalankan bisnisnya. Bisa dibilang, dengan modal pas-pasan (bantuan dari kerabat sana-sini), Roni bertekad membangun usaha. Selain bakat dagang, Roni yang berdarah Minang juga jeli melihat peluang pasar. Tak hanya itu, berangkat dari beberapa kegagalan, Roni juga semakin gape dalam me-maintance bisnisnya, misalnya dalam hal quality control, pelayanan terhadap pelanggan, hingga memperluas market. Soal memasarkan produk, Roni pun tak kalah hebat. Setelah sukses jualan lewat online, Roni juga memaksimalkan jaringan mitra agen distributor yang dimilikinya yang jumlahnya ratusan. Lewat kerja kerasnya tersebut, Roni tidak lagi berjualan di garasi rumah melainkan menempati basecamp baru, sebuah ruko di bilangan Kebayoran Lama.

Marketing, menurut Roni, adalah inti dari Manet. Bukan sekadar marketing yang dijalani Roni, melainkan sebuah profesionalisme kerja dan relationship. Meski tidak pernah merasakan kerja sebagai pegawai, namun Roni tahu benar bagaimana profesionalisme kerja. Pada awal-awal berbisnis, Roni selalu menepati janji kepada supplier, khususnya dalam hal pembayaran. Tak heran, karena kepercayaan tersebut, tak ada supplier yang mengeluh bahkan saat bisnis terpuruk sekalipun. Oleh karena itu, soal relationship atau hubungan antarmanusia sangat diperhatikan Roni. Bisnis bukan sekadar menjual barang, melainkan juga memberi kenyamanan dalam bekerja sama. Begitu pula dalam hal menjaga kualitas produk. Roni beranggapan, produk yang berkualitas dapat menjamin pelanggan untuk loyal karena sudah merasa nyaman dengan produk tersebut. Hingga kini, Roni mengandalkan puluhan konveksi di Jakarta dan Bandung untuk menggarap produknya.

Roni (kanan) dan Dirut BNISyariah, Rizqullah, saat peluncuran produk iB Bisnis BNI Syariah di REI Expo 2010

Masih kata Roni, dinamika bisnis selain marketing adalah bahan baku, produksi, dan permodalan. Meski sudah dibilang sukses, Roni juga masih berkutat dalam tiga hal tersebut. Mengatasi hal itu, setiap pebisnis, imbau Roni, harus punya inovasi dan strategi dalam membaca keinginan pasar. Ibarat makanan, jika apa yang kita makan tiba-tiba diambil orang, kita harus berpikir, apa yang bisa kita makan selain makanan tadi.

Berkaitan dengan inovasi dan membaca peluang pasar, Roni juga baru-baru ini mengeluarkan produk baru, Actual Basic. Karena berbahan dasar kaos, produk ini memang dirancang untuk dipakai sehari-hari bagi wanita dan pria yang ingin santai tapi tetap elegan. Peluncuran produk ini juga tidak melencengkan segmen pasar Manet yang bertahan di kelas menengah. Namun, dengan produk baru itu, Roni memperluas segmen pasar dari segi pemakai, yang tadinya hanya sekitar ibu-ibu muda, kini remaja dan para pria juga dimanjakan dengan produk Actual Basic.

Jadilah Pemain, Bukan Penonton
Mengingat keran perdagangan bebas dunia sudah dibuka, Roni mengajak siapa pun untuk bergerak sebagai pengusaha. Jika banyak pengusaha muslim yang bertumbuhan, jumlah itu akan dapat menyaingi para pengusaha nonmuslim yang menyerbu Indonesia. Misalnya saja produk China yang menang dari segi harga, semakin banyak orang yang membeli produk itu, semakin banyak pula industri lokal yang akan tutup buku. Oleh karena itu, Roni berharap Komunitas TDA dapat menumbuhkan sebanyak mungkin pengusaha muslim yang mampu bertahan dan berkembang dan dapat bersaing kompetitif dengan para pengusaha lain.

Perdagangan bebas, kata Roni, akan menyebabkan masyarakat semakin konsumtif sehingga uang makin banyak beredar. Makanya, peluang untuk berbisnis sangat terbuka lebar. Bisnis yang prospektif, menurut Roni, adalah yang menyediakan kebutuhan masyarakat. Mulai dari kepala hingga ujung kaki, mulai dari kebutuhan bayi, anak-anak, hingga orang tua.

Roni kini dapat sedikit berbangga karena bisnisnya mampu menghidupi belasan karyawan, puluhan pekerja konveksi, dan ratusan agen yang menjadi mitranya. Tak hanya itu, Manet yang diharapkan menjadi salah satu brand busana muslim yang diingat masyarakat juga memberi peluang bagi siapa pun yang ingin berwirausaha dengan menjadi agen atau mitra. Dengan Rp1 juta, Anda sudah menjadi reseller dan mendapat potongan harga sebesar 30%. Jika berminat, Anda dapat menghubungi:
Alamat Kantor: Ruko Permata Kebayoran Plaza Blok A7
Jln. Raya Kebayoran Lama 225 Jakarta Selatan 12220
Hotline: (021) 7234326 / 7234327, Handphone: 0812-1008167 (Voice), 0812-9097357 (SMS)
Hari Kerja: Senin s.d Jumat (Jam 8.30 s.d 16.30)
atau www.manetvision.com. (ind/em)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar