22 Agustus 2010

Survei Adalah Survei, Mister, Tapi Rakyat Afghan Tetap Memilih Taliban

"Apakah Anda senang terhadap pasukan asing?"

Orang tua dengan sorban hitam lebar dan janggut yang menyentuh dadanya mengangguk, "ya".

Jawabannya dicatat dalam buku log seorang tentara yang masih muda.

Ini adalah salah satu dari banyak pertanyaan dan jawaban selama pasukan asing merambah desa-desa di Afghanistan dalam Operasi Tor Shezada.

Hasilnya segera dikumpulkan ke markas dan statistiknya dikompilasi. Dan inilah yang disampaikan kepada wartawan:

"Sembilan puluh lima persen [dari] warga Afghanistan senang melihat kami, 5% lebih waspada," kata Letnan Kolonel Frazer Lawrence, seorang komandan pasukan yang ikut ambil bagian dalam Tor Shezada dengan optimis.

Tampaknya hasil "survei" itu mengubah persepsi perang di Afghanistan. Tapi bagaimana dengan realitas yang sebenarnya?

Beberapa pintu di Afghanistan digedor dengan cara yang agak lunak sekarang ini. Biasanya seorang tentara akan menendang pintu untuk masuk, namun sekarang seorang penerjemah berdiri menanyakan kepada yang empunya rumah apakah tentara asing bisa memasukki rumah itu.

Rumah-rumah di desa-desa itu sangat sederhana. Orang-orang di daerah ini terutama petani miskin yang hidup sederhana pula.

Di sebuah rumah misalnya, lumpur melindungi rumah bagi dua keluarga dan berbagai ternaknya. Ada gundukan yang ditumpuk di sudut untuk bahan bakar musim dingin dan udara pagi yang menyengat dengan bau tanah, jerami dan kotoran.

Perempuan dan anak-anak meringkuk dalam satu ruangan. Mereka bersembunyi dari orang-orang asing. Kemudian pasukan asing memberikan pertanyaan, melakukan sken retina dan sidik jari dan mulutnya diperiksa.

Informasi ini digunakan untuk mengidentifikasi mereka yang dianggap punya potensi sebagai teman atau musuh, serta loyalitas kesukuan dan perpecahan.

Tapi potensi untuk pelanggaran dan kesalahan informasi dalam proses ini sangat besar.
Para prajurit yang bertugas, secara pribadi mengakui bahwa mereka secara rutin membohongi warga.

Rakyat Afghanistan takut dan benci terhadap pemerasan, penculikan, pencurian, korupsi dan serangan fisik dan pelecehan seksual.

ISAF menegaskan bahwa sebagian besar orang di Helmand tidak seperti Taliban tapi jika Anda bertanya kepada warga apakah mereka lebih suka berada di bawah kendali pejuang Taliban, atau ANP (Afghan National Police) atau pasukan asing, mereka biasanya akan memilih kelompok pejuang.

Hasil ini sangat mengkhawatirkan bagi misi NATO dalam mendapatkan dukungan negara-negara Eropa.

Pasukan asing tentu akan membuat segala cara untuk melemahkan Taliban. Dan rakyat Afghanistan harus diyakinkan bahwa semua ini adalah untuk kepentingan mereka dan secara aktif harus mendukung misi itu.

Sembilan tahun pasukan asing memasuki negara itu.

Operasi Tor Shezada mungkin berjalan dengan baik namun masih ada pekerjaan yang harus dilakukan jauh lebih baik daripada yang telah dicapai selama ini di Helmand.

Ini mungkin bukan target yang mustahil namun yang semakin terlihat tidak realistis. Begitulah, survei adalah survei, yang bisa direkayasa sedemikian rupa, tapi rakyat Afghanistan tetap memilih pejuang Taliban. (sa/berbagaisumber/em)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar