12 September 2010

Biadab!! Pemerintah Syiah Iran Larang Umat Islam Shalat Idul Fitri

Pihak berwenang Iran telah melarang kaum Sunni di Teheran untuk mengadakan sholat Idul Fitri di rumah-rumah mereka.

Sheikh Abdul Hamid Imam dan khatib Jumat kaum Sunni mencatat bahwa melarang kaum Sunni di Teheran untuk melaksanakan sholat di rumah-rumah merupakan pelanggaran hak-hak hidup mereka yang paling dasar dan tidak pernah terjadi di dunia, beliau bertanya-tanya: Apakah anda pernah melihat satu tempatpun di dunia yang melarang orang sholat di rumah?

Beliau menegaskan tidak akan tinggal diam melihat penghapusan hak-hak agama dan pelanggaran garis merah yaitu mencampuri urusan mazhab ahli sunah, beliau menambahkan: Kami tidak akan tinggal diam melihat pelanggaran urusan-urusan mazhab dan agama kami.

Beliau menambahkan: "Kami merasa sangat kecewa bahwa keinginan dan harapan kami dari revolusi tidak terwujud, seiring dengan berlalunya lebih dari tiga puluh tahun dari revolusi namun diskriminasi sektarian masih ada, dan para pejabat tidak dapat mewujudkan persatuan hakiki dan persaudaraan nasional, dan keseimbangan yang relatif dalam pemberian hak, dan masih ada lagi masalah.

Beliau mengisyaratkan adanya peningkatan tekanan dalam urusan mazhab dalam beberapa tahun terakhir, beliau mengatakan: kami telah bersabar dalam menghadapi semua masalah ini, tapi kami tidak pernah berharap ditimpakan kepada kami tekanan sektarian sampai batas ini yaitu campur tangan sistem dalam masalah agama dan mazhab.

Beliau melanjutkan: "Sebelumnya kami berharap pihak berwenang akan mengizinkan kaum Sunni di Teheran untuk membangun sebuah masjid, mengingat bahwa di semua ibu kota di dunia terdapat satu masjid atau masjid-masjid untuk Syiah dan Sunni, dan kami sangat kecewa bahwa Teheran adalah satu-satunya ibu kota yang tidak ada satupun masjid untuk kaum Sunni, para pejabat tidak ada alasan untuk tidak mengizinkan kaum Sunni membangun masjid atau untuk melarang mereka melaksanakan sholat di rumah mereka atau tempat yang mereka sewa untuk itu.

(ar/islammemo/voai)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar