29 Agustus 2010

Gubernur Jabar & Menteri PPN Resmikan Masjid Al-Inayah di Pengalengan

Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan bersama Menteri PPN/Kepala Bappenas Armida S. Alisjahbana, meresmikan Masjid Al-Inayah, di Desa Sukamarna, Jl. Babakan Warga, Kecamatan Pengalengan Kabupaten Bandung, Jum’at, (27/8).

Masjid Al-Inayah adalah termasuk tempat ibadah yang rusak berat akibat gempa yang melanda Propinsi Jawa Barat dan sekitarnya pada tanggal 2 September 2009.

Gubernur Ahmad Heryawan mengatakan, recovery dari dampak gempa yang melanda kota Bandung dan sekitarnya pada tanggal 2 September 2009 dan tahap pertama sudah turun dana dari pemerintah propinsi dan pemerintah pusat sebesar Rp.500miliar, sedangkan dana yang dibutuhkan untuk seluruh gempa di propinsi Jawa Barat adalah Rp.1,7triliun.

Recovery pertama dilakukan untuk rumah-rumah masyarakat yang rusak, kemudian baru recovery untuk sekolah, rumah sakit dan bangunan-bangunan publik lainnya. Recovery ini melibatkan kementrian-kementrian terkait, seperti Puskesmas, RSUD recoverynya di bawah Kementerian Kesehatan.

Sedangkan untuk masjid recoverynya dilakukan oleh Kementerian Agama, dan yang ditangani oleh pemerintah daerah dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), adalah untuk rumah-rumah penduduk butuh dana sebesar Rp.1,7triliun dan dana yang sudah turun dari pusat dan propinsi sebesar Rp.500miliar.

“Jadi dana Rp.1,2triliun belum turun dan Insya Allah dana sebesar Rp.1triliun lainnya masih dalam proses, sedangkan yang Rp.200miliar akan turun di tahun 2011”, katanya.

Dana pada tahap kedua sebesar Rp.1triliun sudah turun, maka akan didahulukan masyarakat yang masih tinggal di tenda-tenda, dan juga banyak masyarakat yang membangun rumahnya dengan kemampuan sendiri. “Jadi mudah-mudahan dana yang Rp.1,7triliun itu akan merecovery seluruh kerusakan di Jawa Barat dan tahun 2011 akan selesai pembangunan seluruhnya”, kata Gubernur.

Sementara itu Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Armida S. Alisjahbana mengatakan, hal yang terkait dengan penanggulangan bencana itu tentu dari sisi perencanaan dan penanganannya ada beberapa tahapan.

Tahapan tanggap darurat 1 – 3 bulan awal, selanjutnya adalah tahapan rehabilitasi dan rekonstruksi dan tentu untuk daerah Pengalengan ini tentu masuk dalam tahapan rekonstruksi dan konstruksi.

Untuk penggantian rumah-rumah yang rusak yang dilakukan oleh BNPB, yang sebagian sudah dan sebagian lainnya masih dalam proses khususnya proses verifikasi. Jadi khususnya BNPB daerah kemudian dengan Pemda melakukan verifikasi dan mudah-mudahan bisa cepat selesai verifikasinya dan dana yang Rp.1,2triliun segera cair.

Sementara itu Rektor ITB, Akhmaloka, mengatakan, rekan-rekan di ITB sebenarnya sangat senang dengan lokasi yang sangat menarik karena letaknya di perbukitan dan bangunan Masjid Inayah yang baru ini dibangun dengan pondasi yang kokoh agar bisa menahan kekuatan gempa 9 Skala Richter (SR) atau satu setengahnya kekuatan gempa yang terakhir (T.Ad/ toeb/kominfo/dkt)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar