20 Juli 2010

Burqa Memberdayakan Perempuan, Kata Menteri Wanita Inggris

Ketika perdebatan intensif diseluruh Eropa tentang pelarangan burqa di tempat umum, seorang menteri Inggris membela hak wanita Muslim tersebut untuk mengenakan burqa dan mengatakan itu adalah memberdayakan.

Menteri Sekretaris Lingkungan Caroline Spelman mengatakan wanita 'diberdayakan' oleh kebebasan untuk mengenakan penutup wajah.

komentar-nya muncul setelah rekannya, Menteri Imigrasi Damian Green, menolak tuntutan dari dalam partai Tory untuk melarang burqa, menurut Daily Mail.

Menteri Imigrasi Damian Green mengatakan larangan itu akan menjadi 'lebih tidak-Inggris' dan berjalan bertentangan dengan konvensi dari 'toleransi dan saling menghormati masyarakat'.

Majlis rendah parlemen Perancis telah sangat menyetujui larangan mengenakan burqa, sementara Spanyol dan Belgia berencana memiliki hukum yang serupa.

Anggota parlemen Tory yang mendukung larangan termasuk Philip Hollobone, mengajukan rancangan undang-undang para anggota khusus yang akan membuat itu ilegal bagi siapa saja untuk menutup wajahnya di depan umum.

..Caroline Spelman mengatakan wanita 'diberdayakan' oleh kebebasan untuk mengenakan penutup wajah.

Namun Spelman berpendapat bahwa memakai burqa adalah penting bagi hak-hak perempuan.

"Aku tidak hidup di negara ini ketika seorang wanita, ingin memberitahu apa yang aku bisa dan tidak bisa dipakai. Aku sudah keluar ke Afghanistan dan saya pikir saya mengerti lebih baik sebagai sebuah hasil dari kunjungan benar-benar mengapa banyak perempuan Muslim ingin memakai burqa, "kata dia.

"Ini merupakan bagian dari budaya mereka, ini adalah bagian dari pemahaman bahwa mereka memilih untuk pergi keluar mengenakan burqa dan saya pikir mereka yang hidup di negara ini, jika mereka memilih untuk memakai burqa, harus bebas untuk melakukannya.

"Kami adalah negara bebas, kami lampirkan bahwa penting bagi orang-orang menjadi bebas dan bagi wanita itu adalah memberi kuasa untuk dapat memilih apa yang anda ingin kenakan setiap pagi ketika Anda bangun." (bnn/voai)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar