07 April 2010

Mencukur Rambut Kemaluan

Assalamu'alaikum

Dok, saya pernah dengar salah satu sunnah rasul adalah mencukur rambut kemaluan secara rutin.

1. Apakah ada dampak yang negatif jika tidak mencukurnya?

2. Apa dampak positif yang bisa diperoleh setelah mencukur rambut kemaluan?

3. Apakah mencukur ini untuk laki-laki saja atau wanita juga termasuk didalamnya?

mohon penjelasannya. terimakasih. wassalamu'alaikum

Abdurrahman

Jawaban

Assalamu’alaikum Wr.Wb.

Dari Abu Hurairah r.a , dia mengatakan: Lima perkara yang merupakan bagian dari fitrah: memotong kuku, mencukur kumis, mencabut bulu ketiak, dan mencukur bulu kemaluan dan khitan.” (HR Bukhari Muslim)

Mencukur bulu/rambut kemaluan merupakan salah satu anjuran dari Nabi SAW, dan anjuran ini bersifat umum, artinya berlaku bagi laki-laki maupun perempuan. Jika dilakukan tentu saja akan lebih baik dan bermanfaat.

Hampir tidak ada dampak negatif dari mencukur bulu kemaluan ditinjau dari segi kesehatan, meskipun kadang mungkin terjadi iritasi akibat mencukur yang tidak hati-hati. Bahkan kebalikannya, jika bulu kemaluan tidak pernah dicukur (dibiarkan lebat dan tak terawat), akan dapat menjadi tempat tungau dan jamur bersarang, sehingga menyebabkan penyakit.

Dengan mencukur bulu kemaluan, tentunya kita akan lebih mudah menjaga kebersihan daerah tersebut yang merupakan daerah lembab dari gangguan penyakit jamur.

Tidak ada aturan khusus mengenai kapan waktu mencukur dan intervalnya, serta seberapa pendek cukurannya (apakah sampai bersih, atau disisakan beberapa centi), intinya adalah kita diharapkan senantiasa menjaga kerapihan dan kebersihan daerah tersebut agar kita nyaman dan tidak mendatangkan mudharat (penyakit). Wallahu’alam bisshowab.

Wassalam. (em)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar