28 Agustus 2010

PIALA SUPER EROPA: Pecundangi Inter 2-0, Atletico Juara Piala Super Eropa


Atletico Madrid berhasil menjuarai Piala Super Eropa setelah mengalahkan Inter Milan 2-0 di Stadion Stade Louis II, Jumat atau Sabtu (28/8/2010) dini hari WIB.

Bagi Inter, kegagalan ini sangat menyakitkan karena ambisi mereka untuk meraih enam gelar dalam setahun musnah sudah. Sejauh ini, "La Beneamata" baru mengoleksi empat gelar, yakni Liga Serie-A, Coppa Italia, Liga Champions, dan Piala Super Italia.

Pada laga itu, kedua tim tampil dalam tempo tinggi semenjak menit awal. Meski begitu, Inter lebih dulu melepaskan ancaman lewat aksi Wesley Sneijder ketika laga baru berjalan semenit.

Gelandang asal Belanda tersebut langsung melepaskan tembakan keras usai memaksimalkan lemparan ke dalam Douglas Maicon dari sisi kiri pertahanan Atletico. Sayang, tembakan mantan pemain Real Madrid tersebut masih melayang di atas mistar gawang David De Gea.

Dua menit berselang, giliran Diego Milito yang melepaskan ancaman. Namun, tendangannya membentur mistar gawang Atletico.

Gawang Inter yang dikawal Julio Cesar bukan tanpa ancaman. Sergio Aguero sempat menteror. Sayang usahanya belum membuahkan hasil karena bola yang ditendangnya masih membentur salah satu bek Inter.

Atletio sempat mendapatkan peluang emas pada menit ke-26. Paulo Assuncao yang berada dalam posisi bebas dengan leluasa melepaskan tendangan keras dari luar kotak penalti. Peluang tersebut sia-sia karena tembakan geledek Assuncao membentur salah satu bek lawan.

Tak ingin serangan lawan berkembang, "La Beneamata" balik menekan. Samuel Eto'o yang beroperasi di sayap kiri terlihat rajin mengacak-acak lini pertahanan Atletico. Aksinya malah sempat membelah jantung pertahan Diego Forlan dkk pada menit ke-32.

Dengan kecepatan dan teknik yang dimilikinya, penyerang asal Kamerun itu berhasil mengelabui tiga pemain lawannya. Penyelesainnya buruk membuat aksinya tak menghasilkan apa-apa. Hingga turun minum, baik Inter maupun Atletico tak mampu mencetak satu gol pun dari beberapa peluang yang tercipta.

Selepas turun minum, permainan masih berjalan alot. Tukar-menukar serangan masih mewarnai jalannya pertandingan. Pada menit ke-56, pergerakan Eto'o nyaris membuahkan hasil. Setelah berhasil menguasi umpan terobosan Sneijder, Eto'o melakukan penetrasi. Namun, sebelum melepaskan tembakan, Luis Perea berhasil mencuri bola dari kaki Eto'o.

Atletico pun langsung membalas ancaman itu lewat aksi Antonio Reyes, meskipun tembakannya masih bisa digagalkan oleh Cesar. Namun, hanya berselang dua menit kemudian, Reyes benar-benar menjadi petaka bagi Inter. Setelah berhasil menguasai umpan dari Aguerro di kotak penalti, ia berhasil melepaskan tembakan keras yang bersarang di pojok kiri bawah gawang Atletico. Pengawalan ketat Maicon pun tak berarti.

Tertinggal 0-1, pelatih Inter, Rafael Benitez, melakukan perubahan. Ia mengganti Stankovic dengan Goran Pandev. Masuknya Pandev membuat daya gedor Inter semakin tajam.

Belum sempat mencetak gol balasan, gawang Inter justru kebobolan pada menit ke-83. Adalah Sergio Aguero yang memaksa Cesar memungut bola di gawangnya sendiri usai menyontek umpan mendatar yang dilepaskan Simao dari sektor kiri.

Inter berusaha memaksimalkan waktu yang tersisa untuk mencetak gol balasan. Pada menit ke-89, Inter mendapatkan hadiah penalti setelah Pandev dilanggar Raul garcia di kotak penalti.

Sayang, Milito yang tampil sebagai algojo gagal melaksanakan tugasnya setelah tembakannya masih bisa ditepis De Gea. Kegagalan Milito ini membuat Inter harus mengakui kekuatan lawannya dengan skor 2-0.

Pemain
Inter Milan: Julio Cesar; Javier Zanetti, Cristian Chivu, Walter Samuel, Lucio, Maicon; Dejan Stankovic (Pandev 68), Esteban Cambiasso, Wesley Sneijder (Coutinho 78); Samuel Eto'o, Diego Milito

Atletico Madrid: David De Gea; Tomas Ujfalusi, Luis Perea, Dego Roberto Leal Godin, Alvaro Soto Dominguez; Jose Antonio Reyes, Simao, Silva Paulo Assuncao, Raul Garcia; Diego Forlan, Sergio Aguero (kmp)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar